Padang, Javanusa—Wali Kota Hendri Arnis melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Padang Panjang, Minggu (15/2/2026). Ia menyisir langsung ruang pelayanan untuk memastikan mutu layanan bagi masyarakat.
Dalam sidak itu, Hendri meminta manajemen rumah sakit segera melakukan perbaikan menyeluruh. Fokus pembenahan meliputi fasilitas, kebersihan, alat kesehatan, serta kinerja petugas.
Hendri datang bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Sonya Themiarto dan Direktur RSUD dr. Irwanto. Mereka memeriksa ruang perawatan, alur pelayanan, serta kesiapan sarana penunjang medis.
Dari hasil pengecekan, ia menilai masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi. Menurut dia, standar kenyamanan dan kecepatan layanan harus ditingkatkan.
“Kita ingin masyarakat datang berobat dengan rasa tenang dan percaya. Fasilitas harus memadai, pelayanan harus ramah dan profesional,” kata Hendri di sela peninjauan.
Target Pembenahan Manajemen dan SDM
Selain sarana fisik, Hendri menekankan pentingnya tata kelola dan disiplin sumber daya manusia. Setiap unit diminta bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi.
Ia menyebut keluhan berulang dari masyarakat harus dihentikan dengan perbaikan sistem kerja. Karena itu, manajemen diberi tenggat waktu satu bulan untuk melakukan pembenahan.
Setelah itu, pemerintah kota akan melakukan evaluasi menyeluruh. Hasil evaluasi akan menjadi dasar penilaian kinerja layanan.
Temuan Pasien Terkendala BPJS
Dalam kunjungan tersebut, Hendri juga menemukan pasien rujukan luar daerah dengan diagnosis stroke. Namun proses layanan terhambat karena kepesertaan BPJS Kesehatan tidak aktif.
Kasus ini langsung menjadi perhatian pemerintah kota. Ia menilai persoalan administrasi tidak boleh menghambat tindakan medis darurat.
Pemko akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal pasien dan pihak BPJS. Tujuannya agar sinkronisasi data dan status kepesertaan bisa dipercepat.
Komitmen Layanan Kesehatan di Padang Panjang
Menurut Hendri, layanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar warga Padang Panjang. Karena itu, rumah sakit daerah harus menjadi garda terdepan pelayanan publik.
Ia menegaskan RSUD harus hadir sebagai solusi, bukan sumber beban baru bagi pasien. Standar layanan, kata dia, harus sejalan dengan prinsip cepat, tepat, dan manusiawi.
“Kesehatan adalah kebutuhan dasar. RSUD harus hadir sebagai solusi, bukan menambah beban masyarakat,” ujar Hendri. (*/red)






