Ia menjelaskan, Kota Padang punya potensi bencana alam yang sangat banyak. Selama 14 tahun terakhir Kota Padang juga sering terjadi banjir, umumnya disebabkan pasang air laut yang naik kemudian curah hujan yang tinggi.
“Kita juga menyadari potensi megathrust yang ada di Mentawai juga ancaman bagi Kota Padang. Sebab itu, Pemko Padang sudah mempunyai beberapa shelter aktif yang mampu menampung ratusan bahkan ribuan orang dan tersebar di sepanjang pesisir Pantai Padang,” imbuhnya.
Saat ini di seluruh Kota Padang sudah tersebar 25 unit rambu-rambu peringatan, batas perkiraan aman tsunami, serta papan informasi sebanyak 20 unit. Ia juga memuji kesiapan dan kewaspadaan masyarakat Kota Padang akan ancaman ini.
Baca Juga : Pemko Padang Berlakukan Moratorium PNS Masuk Padang
“Kesiapan masyarakat Kota Padang dalam evakuasi mandiri sudah sangat baik, salah satunya saat gempa yang berpusat di Mentawai saat lebaran (23/4/2023) lalu,” bebernya.
Sebab itu, di hadapan delegasi internasional yang mengikut kegiatan secara hybrid, Padang memperoleh dua prestasi dari UNESCO yaitu Tsunami Ready Community melalui Kelurahan Purus dan Lolong Belanti.
“Melalui kegiatan ini kita harap dapat pengetahuan lanjut, belajar dan berbagi dengan berbagai negara mengenai bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika bencana yang diprediksi dan tidak terprediksi terjadi,” tutupnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






