Waktu Puasa dan Lebaran Perlu Diumumkan Satu Pintu, Wamenag: Agar Tidak Timbul Kebingungan

Penulis -

Rabu, 15 April 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenag Romo R. Muhammad Syafi’i menerima Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad bersama jajaran guna mendiskusikan penetapan awal bulan Hijriah di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: Kemenag)

Wamenag Romo R. Muhammad Syafi’i menerima Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad bersama jajaran guna mendiskusikan penetapan awal bulan Hijriah di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R. Muhammad Syafi’i menilai penetapan awal bulan Hijriah perlu diumumkan melalui satu pintu, yakni pemerintah melalui sidang isbat.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kebingungan di tengah masyarakat akibat perbedaan informasi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Wamenag menerima Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Abu Rokhmad bersama jajaran di Jakarta, Selasa (14/4/2026), dalam pembahasan penetapan awal bulan Hijriah.

Menurut Wamenag, mekanisme penetapan awal bulan Hijriah selama ini dilakukan melalui sidang isbat. Forum ini menggabungkan pendekatan syar’i dan ilmiah dalam satu proses musyawarah.

Ia menyebut sidang isbat tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki dimensi kebijakan untuk menjaga ketertiban dan kesatuan umat.

“Ke depan, pengumuman awal bulan Hijriah perlu dilakukan melalui satu pintu, yakni pemerintah melalui sidang isbat. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat akibat perbedaan informasi,” ujarnya.

Wamenag menambahkan, perbedaan dalam kajian keilmuan merupakan hal yang wajar. Namun, penyampaian informasi kepada publik perlu mempertimbangkan dampak sosialnya.

Kementerian Agama dijadwalkan kembali menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Zulhijjah 1447 H pada 29 Zulkaidah 1447 H. Sidang tersebut akan menentukan waktu pelaksanaan Iduladha 1447 H di Indonesia.

Sidang isbat menjadi instrumen negara dalam menetapkan awal bulan Hijriah, seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, secara kolektif. Forum ini melibatkan organisasi kemasyarakatan Islam, ahli falak, serta instansi terkait.

Dalam prosesnya, sidang isbat mengintegrasikan metode hisab dan rukyat. Data hisab dari lembaga resmi seperti BMKG digunakan untuk memproyeksikan posisi hilal, sementara rukyat dilakukan di berbagai lokasi untuk memastikan kemungkinan terlihatnya hilal.

Hasil kedua metode tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat. Jika hilal tidak terlihat atau belum memenuhi kriteria, bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Sebaliknya, jika hilal terlihat dan memenuhi syarat, keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan baru.

Baca Juga :  Timnas Garuda Ditahan Imbang Tanzania 0-0, STY Optimis Hadapi Irak dan Filipina

Dari sisi regulasi, pelaksanaan sidang isbat memiliki dasar hukum, antara lain Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026, serta fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wamenag menyatakan penetapan awal bulan Hijriah merupakan urusan publik keagamaan yang menjadi kewenangan negara. Karena itu, hasil sidang isbat perlu dihormati bersama.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyebut penetapan awal bulan Hijriah mencakup aspek syar’i, metodologis, dan sosial. Ia menilai sidang isbat menjadi titik temu berbagai metode sekaligus legitimasi bersama.

Ke depan, Kementerian Agama akan memperkuat peran Tim Hisab Rukyat (THR), mendorong pelaksanaan rukyat bersama di berbagai daerah, serta meningkatkan literasi masyarakat terkait metode hisab dan rukyat.

Selain itu, sinergi dengan organisasi masyarakat Islam akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menuju unifikasi kalender Hijriah secara bertahap, baik di tingkat nasional maupun global.

Pemerintah berharap penguatan sidang isbat dapat memberikan kepastian waktu ibadah sekaligus menjaga harmoni dan persatuan umat. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru