Padang, Javanusa—Wali Kota Padang, Fadly Amran menerima perwakilan KSB untuk mendengar langsung laporan kegiatan selama masa tanggap darurat. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (18/2/2026).
Perwakilan KSB memaparkan aksi cepat mereka di sejumlah titik rawan bencana. Mereka juga menjelaskan proses evakuasi warga, distribusi logistik, hingga pembersihan lingkungan pasca-banjir dan longsor.
Fadly menegaskan, relawan KSB menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana daerah. Menurutnya, kehadiran relawan mempercepat respons pemerintah di lapangan.
“Kontribusi KSB adalah bagian penting dari upaya kemanusiaan di Kota Padang. Kami mengakui peran relawan yang menjadi garda terdepan saat terjadi musibah,” kata Fadly.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, wilayah ini termasuk kawasan rawan banjir, longsor, dan gempa. Karena itu, peran relawan berbasis masyarakat dinilai krusial untuk memperkuat mitigasi.
Pemko Padang berkomitmen mendukung kebutuhan KSB melalui mekanisme yang sesuai regulasi. Pemerintah akan mengkaji skema penyaluran dukungan melalui organisasi resmi agar tertib administrasi.
Selain itu, program pelatihan relawan akan diakomodasi dalam perubahan anggaran daerah. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan dalam manajemen evakuasi dan penanganan darurat.
Fadly juga menekankan pentingnya jalur koordinasi yang lebih intens. Ia berharap komunikasi terbuka dapat mencegah kesalahpahaman serta memastikan semangat kerelawanan tetap berjalan selaras dengan aturan.
Dengan penguatan sinergi ini, KSB diharapkan terus berkontribusi maksimal bagi masyarakat Kota Padang. Pemerintah dan relawan pun sepakat menjadikan mitigasi bencana sebagai agenda bersama demi keselamatan warga. (*/red)






