Wamen Nezar: Permainan Egrang Jadi Penyeimbang Anak di Tengah Gempuran Ruang Digital

Penulis -

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkomdigi Nezar Patria dalam acara Launching FE ke-14 Festival Egrang Tanoker Ledokombo, Pasar Lumpur, Jember, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Humas Komdigi)

Wamenkomdigi Nezar Patria dalam acara Launching FE ke-14 Festival Egrang Tanoker Ledokombo, Pasar Lumpur, Jember, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Humas Komdigi)

Jember, Javanusa—Permainan tradisional egrang dinilai semakin penting di tengah tingginya aktivitas anak-anak di ruang digital.

Permainan fisik seperti egrang dianggap mampu membantu anak menjaga keseimbangan emosional dan sosial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan egrang dapat menjadi “tombol jeda” bagi anak-anak dari paparan digital yang semakin intens.

“Permainan egrang bisa menjadi satu tombol pause, tombol jeda dari intensitas yang begitu tinggi masuknya kita ke ruang digital. Permainan fisik seperti ini memberikan banyak pelajaran tentang keseimbangan, kerja sama, dan gotong royong,” ujarnya saat menghadiri Launching Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026).

Ruang Digital dan Tantangan Anak

Nezar Patria menjelaskan perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar bagi masyarakat. Namun, kondisi itu juga memunculkan tantangan baru, terutama bagi anak-anak.

Saat ini, penetrasi internet Indonesia mencapai 80,26 persen populasi. Sekitar 230 juta masyarakat telah terkoneksi internet dan jaringan telekomunikasi menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga hidup di dalamnya. Karena itu, keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi sosial perlu terus dijaga.

“Saat ini kita tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi hidup di dalamnya. Ada banyak permainan anak yang mulai tergusur oleh ruang digital. Egrang menjadi salah satu yang tetap bertahan karena dijaga bersama oleh komunitas,” katanya.

Permainan Tradisional Perkuat Karakter Anak

Nezar menilai pelindungan anak di ruang digital tidak cukup dilakukan melalui regulasi platform digital. Penguatan keluarga dan komunitas juga memiliki peran penting.

Ia mengatakan semangat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS perlu berjalan seiring dengan penguatan lingkungan sosial anak.

Baca Juga :  Cita Kemenag: Targetkan Setiap Provinsi Miliki MAN IC, Keagamaan, dan Vokasi

“Bermain egrang bukan sekadar permainan tradisional. Anak-anak kembali berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, belajar menjaga keseimbangan, belajar bekerja sama, dan membangun keberanian melalui pengalaman nyata,” tuturnya.

Selain itu, permainan tradisional juga dinilai mampu membentuk karakter anak sejak dini. Dalam permainan egrang, anak-anak belajar bangkit ketika terjatuh dan saling memberi dukungan.

“Tidak apa-apa kalau kita naik egrang lalu jatuh. Jatuh, bangun lagi. Itu pelajaran penting bagi anak-anak untuk membentuk karakter dan kepribadian sejak dini,” ujar Nezar Patria.

Komdigi Apresiasi Festival Egrang

Kementerian Komunikasi dan Digital mengapresiasi Festival Egrang Ledokombo sebagai ruang budaya dan sosial bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

Nezar berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial.

“Saya percaya setiap anak Indonesia bisa menjadi tunas yang tumbuh sehat, baik di dunia nyata maupun di dunia digital, untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat dan lebih hebat,” ungkapnya. (*/red)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru