Wamensos Agus Jabo Ingatkan Pengelola BMN Sekolah Rakyat: Jangan Main-Main dengan Amanah Rakyat

Penulis -

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026). (Foto: Kemensos)

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026). (Foto: Kemensos)

Bekasi, Javanusa—Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan Barang Milik Negara (BMN) bukan sekadar aset administratif, tetapi amanah rakyat yang wajib dijaga dan dikelola secara bertanggung jawab.

Pernyataan itu disampaikan Agus Jabo saat menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, BMN menjadi simbol kehadiran negara sekaligus bukti bahwa negara tidak boleh abai terhadap masyarakat kecil.

Sekolah Rakyat Jadi Upaya Putus Rantai Kemiskinan

Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan.

Program itu sejalan dengan upaya Kementerian Sosial yang mendorong masyarakat miskin agar mampu graduasi dan hidup mandiri.

Karena itu, Sekolah Rakyat diharapkan membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk meraih kehidupan lebih sejahtera.

“Mari kita memahami apa yang dijalankan oleh Pak Presiden sekarang ini, supaya di dalam kerja-kerja teknis dan operasional nanti, mulai dari proses pengajaran sampai mengurus persoalan teknis seperti barang milik negara, kita benar-benar memiliki semangat kebangsaan bahwa kita bagian dari perubahan besar yang sedang dilakukan Presiden,” ujar Agus Jabo.

BMN Disebut Titipan Rakyat

Kepada para pengelola BMN, Agus Jabo mengingatkan bahwa tugas mereka tidak hanya menjaga aset negara semata.

“Hari ini kita tidak sedang berbicara sekadar tentang meja, kursi, gedung, kendaraan, komputer, atau inventaris negara. Kita sedang berbicara tentang amanah rakyat dan harapan masyarakat kecil yang menitipkan masa depan anak-anaknya kepada negara,” katanya.

Ia mengatakan, Sekolah Rakyat membawa harapan baru bagi anak-anak putus sekolah dan mereka yang selama ini tidak memiliki akses pendidikan.

Melalui program itu, pemerintah menjemput, mendampingi, dan mengantarkan mereka untuk mewujudkan cita-cita.

Baca Juga :  SAPILIN Didorong Jadi Penguat Data Kebencanaan Sumbar, Kemensos Siap Beri Dukungan

Agus Jabo menegaskan seluruh fasilitas di Sekolah Rakyat berasal dari uang rakyat. Karena itu, setiap aset harus dijaga dengan baik.

“Setiap bangku di sekolah rakyat, setiap lembar kasur di asrama, setiap laptop yang digunakan siswa untuk belajar, hingga setiap piring makanan yang disajikan di dapur sekolah, semuanya berasal dari uang rakyat,” ucapnya.

Ia menambahkan, anggaran tersebut berasal dari pajak para pedagang kecil, buruh, petani, hingga nelayan yang bekerja keras demi kehidupan keluarga mereka.

Wamensos Tegaskan Jangan Ada Penyimpangan

Menurut Agus Jabo, pengelola BMN memegang peran penting sebagai penjaga kepercayaan negara. Mereka harus memastikan setiap barang milik negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.

Ia mengingatkan, kelalaian dalam pengelolaan aset negara akan merugikan masyarakat. Begitu juga jika terjadi kehilangan aset atau praktik korupsi.

“Kalau ada tindakan korupsi dalam pengelolaan BMN, maka yang dikhianati bukan hanya negara, tetapi juga masa depan anak-anak miskin Indonesia,” tegasnya.

Agus Jabo meminta seluruh pengelola BMN menghindari segala bentuk penyimpangan, manipulasi, penghilangan aset, hingga penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

“Jangan pernah bermain-main dengan amanah ini. Hindari segala bentuk penyimpangan dan praktik yang mencederai kepercayaan rakyat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta membangun budaya malu terhadap korupsi serta memperkuat integritas dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, keberlangsungan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada tanggung jawab para pengelola BMN dalam menjaga amanah publik.

Sebagai informasi, Pelatihan Pengelolaan BMN berlangsung sejak 5 Mei 2026 dan diikuti 332 peserta dari berbagai daerah.

Peserta terdiri dari 166 wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana serta 166 pengelola BMN dari Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. (*/red)

Baca Juga :  Pj Wako Andree Buka Acara The Journey of Love Re-Connect

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB