Wamensos: Pelanggaran Pengadaan Sekolah Rakyat Akan Diproses Hukum

Penulis -

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamensos Agus Jabo Priyono di kantor Kementerian Sosial, Rabu (13/5/2026). (Foto: Kemensos)

Wamensos Agus Jabo Priyono di kantor Kementerian Sosial, Rabu (13/5/2026). (Foto: Kemensos)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Sosial memperketat pengawasan pengadaan program Sekolah Rakyat setelah muncul proses pendalaman internal.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan setiap pelanggaran akan ditindak tegas melalui jalur hukum.

“Apabila ditemukan adanya aspek pelanggaran hukum, maka penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai dengan kewenangannya,” kata Agus Jabo.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah tim khusus menyampaikan hasil klarifikasi di kantor Kementerian Sosial, Rabu (13/5/2026).

Tim khusus tersebut dibentuk satu pekan lalu atas arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Tim ini terdiri dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemensos dan dipimpin langsung oleh Agus Jabo. Fokus utamanya melakukan audit internal mendalam terhadap pengadaan Sekolah Rakyat.

Klarifikasi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

Tim khusus telah menelusuri dokumen serta mekanisme pengadaan, termasuk pengadaan sepatu untuk murid Sekolah Rakyat. Agus Jabo menyebut secara umum proses sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Meski demikian, tim menemukan sejumlah catatan penting dalam klarifikasi awal. Salah satunya potensi maladministrasi pada pengadaan sepatu murid Sekolah Rakyat Tahun 2025.

“Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap proses pengadaan barang dan jasa, diketahui terdapat volume pengadaan besar, adanya keterbatasan waktu dan keterbatasan sumber daya manusia, sehingga ada potensi maladministrasi,” ungkapnya.

Pendalaman Dugaan Selisih Perencanaan dan Realisasi

Agus Jabo menegaskan tim masih melanjutkan pendalaman untuk memastikan ada atau tidaknya ketidaktepatan dalam proses pengadaan. Fokus utama juga mengarah pada kemungkinan selisih antara perencanaan dan realisasi.

Ia menegaskan Kemensos tidak akan ragu menjatuhkan sanksi jika terbukti ada pelanggaran dalam proses tersebut.

“Apabila nantinya ditemukan permasalahan sebagaimana dugaan di atas, maka pihak terkait akan diminta pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan dikenakan sanksi disiplin (bagi)pegawai yang terlibat,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Lepas 51 Pesepak Bola Muda ke Liga TopScore Nasional 2026

Ia juga menyebut isu dugaan markup harga sepatu menjadi bahan evaluasi penting bagi perbaikan tata kelola pengadaan barang dan jasa di Kemensos. Ke depan, proses pengadaan harus berjalan lebih cermat, akuntabel, transparan, dan profesional.

Dua Pejabat Dinonaktifkan Sementara

Langkah tegas juga diambil Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Ia menonaktifkan sementara dua pejabat yang terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemensos.

Kedua pejabat itu adalah Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa selaku Pejabat Pembuat Komitmen, serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara.

Gus Ipul menegaskan keputusan tersebut bertujuan menjaga objektivitas serta memperlancar proses pendalaman temuan internal.

“Dalam kaitan dengan keperluan tersebut, juga untuk kelancaran terhadap proses pendalaman yang dimaksud, serta demi kelancaran proses pengadaan berikutnya, saya membebaskantugaskan sementara dari jabatannya,” ujarnya.

Ia menambahkan langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh pengadaan barang dan jasa di Kemensos.

“Semua yang sudah kami lakukan menjadi satu bagian evaluasi untuk memperbaiki pengadaan pada tahun 2026,” katanya.

Selain itu, Gus Ipul meminta Sekretaris Jenderal Robben Rico untuk melakukan rasionalisasi anggaran sekaligus memperkuat kapasitas tim pengadaan. (*/red)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB