Wamensos: Sekolah Rakyat Jadi Jembatan Keluar dari Kemiskinan

Penulis -

Minggu, 26 April 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamensos Agus Jabo Priyono menutup Pelatihan Manajemen Pembelajaran bagi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Cibinong, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Kemensos)

Wamensos Agus Jabo Priyono menutup Pelatihan Manajemen Pembelajaran bagi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Cibinong, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Kemensos)

 

Cibinong, Javanusa—Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan Sekolah Rakyat menjadi “jembatan emas” bagi keluarga rentan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Ia menyampaikan hal itu saat menutup Pelatihan Manajemen Pembelajaran bagi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Cibinong, Sabtu (25/4/2026).

Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat memiliki mandat berbeda dibanding sekolah umum. Program ini tidak hanya memberi pendidikan formal, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen strategis negara untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.

“Sekolah Rakyat ini berbeda. Kita tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi menjalankan misi besar untuk memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.

Agus Jabo mengungkapkan, data Badan Pusat Statistik menunjukkan lebih dari 74 persen keluarga miskin hanya menempuh pendidikan hingga sekolah dasar.

Selain itu, sekitar 4,1 juta anak usia 7–18 tahun atau 7,63 persen belum atau tidak lagi bersekolah. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,79 juta anak sudah putus sekolah.

Pemerintah kemudian meningkatkan kuota peserta didik Sekolah Rakyat pada 2026. Jumlahnya naik dari lebih 15 ribu menjadi 45 ribu siswa.

“Kita baru bisa menyerap 45.000 anak dari sekitar 4 juta yang belum bersekolah. Ini menjadi motivasi untuk memperluas jangkauan,” tegasnya.

Langkah Proaktif Jangkau Anak Tidak Sekolah

Kementerian Sosial mengambil langkah proaktif dengan menjemput langsung anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Program ini termasuk menjangkau wilayah Jakarta dan membuka 10 titik tambahan Sekolah Rakyat.

Agus Jabo menilai dampak program ini tidak hanya menyentuh anak, tetapi juga keluarganya.

“Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah satu anak, tetapi memulihkan harapan satu keluarga,” ungkapnya.

Apresiasi untuk Guru dan Kepala Sekolah

Pada kesempatan tersebut, Agus Jabo menyerahkan apresiasi kepada peserta terbaik selama pelatihan. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan komitmen tenaga pendidik.

Baca Juga :  Timnas Juara AFF U-19 Setelah 11 Tahun

Kategori guru terbaik diberikan kepada:

    1. Firsa Fadwatun Nafisa (SRT 19 Wajo)
    2. Vinky Audrin Sahrir (SRMP 27 Makassar)
    3. Melly Maulidah Fitrian (SRT 47 Malang)

Sementara kategori kepala sekolah terbaik diberikan kepada:

    1. Ilza Satriadi (SRMA 1 Aceh Besar)
    2. Rifki Hakim (SRT 9 Banjarbaru)
    3. Muhannad Shobrin (SRMA 36 Bojonegoro)
Peran Kepala Sekolah dan Kolaborasi

Agus Jabo menegaskan, kepala sekolah memegang peran penting dalam membangun sistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan. Sistem yang baik akan menghasilkan kualitas pendidikan yang optimal.

“Kalau sistemnya baik, hasilnya juga akan baik,” ujarnya.

Perwakilan kepala sekolah dari SRMA 29 Jayapura, Yanet Berotabui, menyatakan pelatihan tersebut memberi bekal penting bagi tenaga pendidik. Ia memastikan materi pelatihan akan diterapkan di sekolah masing-masing.

Dorongan Perkuat Kolaborasi

Menutup kegiatan, Agus Jabo mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi untuk menyukseskan Sekolah Rakyat. Ia menilai program ini sebagai solusi nyata dalam pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat adalah jembatan emas. Tugas kita memastikan anak-anak dari keluarga miskin bisa menyeberang menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB