Waralaba Jadi Kunci Dorong UMKM Naik Kelas, Wamendag Roro Ungkap Strategi Pertumbuhan Ekonomi

Penulis -

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri  membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis (7/5). (Foto: Kemendag)

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis (7/5). (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Semangat “Dari Lokal ke Global” kembali menegaskan pentingnya penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi nasional.

Dalam konteks itu, sektor waralaba hadir sebagai pilihan strategis yang mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan hal tersebut saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Kamis (7/5).

Waralaba Dinilai Percepat Lahirnya Wirausaha Baru

Wamendag Roro menjelaskan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih sekitar 3,29 persen dari total angkatan kerja. Indonesia perlu meningkatkan angka tersebut hingga 10–12 persen agar dapat mencapai status negara maju.

Menurutnya, waralaba berperan penting dalam percepatan tersebut karena menawarkan model bisnis terstandar dan mudah diprediksi.

“Waralaba merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena bersifat terstandardisasi dan mudah diprediksi. Kementerian Perdagangan berkomitmen penuh dalam mendukung perkembangan kewirausahaan nasional,” ujar Roro.

Waralaba Inklusif untuk Berbagai Kalangan

Selain itu, Roro menegaskan bisnis waralaba terbuka untuk berbagai kelompok masyarakat. Generasi muda, ibu rumah tangga, hingga pensiunan dapat memanfaatkannya sebagai peluang usaha baru.

Ia menilai model bisnis ini memiliki karakter inklusif dan fleksibel dalam menjangkau berbagai segmen.

Wamendag juga menilai FLEI 2026 menghadirkan informasi terbaru mengenai tren bisnis dan prospek pasar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

FLEI Berkembang Jadi Ekosistem Bisnis

Presiden Direktur PT Pameran Peluang Bisnis Royanto Handaya menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan industri waralaba di Indonesia. Ia menilai FLEI telah berkembang sejak 2002 dari sekadar pameran menjadi ekosistem bisnis yang aktif.

“Pencapaian ini bukan semata tentang signifikansi angka, tetapi juga cerminan dari relevansi waralaba yang memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat struktur perekonomian Indonesia,” tegas Royanto.

Baca Juga :  Dean Asli Chaidir Jabat Ketua Forum UMKM Kota Padang

Ia menambahkan, adaptasi model waralaba menunjukkan sektor ini tetap relevan sebagai pendorong ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.

Industri Waralaba Tunjukkan Pemulihan Cepat

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Sumpit, menilai sektor waralaba menjadi salah satu yang paling cepat pulih pascapandemi.

Ia menyebutkan, kepercayaan masyarakat terhadap sektor ini terus meningkat seiring kinerja positif industri.

“Industri waralaba kita mencatatkan total omzet mencapai Rp143,25 triliun sepanjang tahun 2024 dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 98.000 orang. Angka tersebut membuktikan daya tahan sektor ini di tengah dinamika pasar,” ujar Levita.

Legalitas dan Prinsip 2L Jadi Sorotan

Lebih lanjut, Wamendag Roro menekankan pentingnya legalitas dalam menjaga ekosistem waralaba tetap sehat. Ia mengingatkan pelaku usaha wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat memilih penawaran bisnis.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap cermat dan bijak dalam memilih penawaran bisnis dengan menggunakan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Kami berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko,” tambah Roro.

Tantangan Logistik dan Daya Saing Industri

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin, Juan Permata Adoe, menyoroti biaya logistik sebagai tantangan utama industri nasional.

Ia menilai kebijakan lintas sektor perlu disusun lebih sinkron agar hambatan usaha dapat teratasi.

“Kita membutuhkan kebijakan yang benar-benar sinkron antarinstansi pemerintah agar hambatan di lapangan dapat terurai secara efektif,” tegas Juan.

Pelaku Usaha Sambut Positif FLEI 2026

Pelaku usaha menyambut positif penyelenggaraan FLEI 2026. Marketing Manajer Dawa Minuman Rempah, Ruli Arman, menyebut pameran ini memberi dampak nyata terhadap transaksi bisnis.

Baca Juga :  Pasar Pabukoan Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Pedagang Kecil

Ia menjelaskan, Dawa berdiri pada era pandemi COVID-19 dan mulai ekspansi besar melalui kemitraan dalam satu tahun terakhir.

Hingga kini, Dawa telah memiliki 200 outlet di Indonesia dengan harga kemitraan terjangkau. Strategi itu bertujuan memudahkan masyarakat berwirausaha sekaligus mempopulerkan minuman rempah sebagai gaya hidup.

Apresiasi Pelaku Waralaba terhadap Pemerintah

CEO Makko Nusantara Sakti, Christopher Sebastian, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamendag Roro ke gerai Goku Fuwa di bawah manajemen Makko.

Ia menilai dukungan pemerintah penting untuk memperkuat ekosistem waralaba nasional.

“Kami senang sekali atas kunjungan Wamendag tadi dan berharap dukungan nyata dari pemerintah terus hadir bagi kami pelaku usaha. Selama empat hari ke depan di pameran ini, kami menantikan munculnya banyak mitra baru bagi beberapa bisnis kami,” kata Christopher.

Dorongan Ekspansi UMKM dan Peningkatan PDB

Dalam kunjungan tersebut, Wamendag Roro didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan serta Direktur Bina Usaha Perdagangan Franciska Simanjuntak.

Menutup rangkaian kegiatan, Roro optimistis FLEI 2026 mampu mendorong UMKM lokal naik kelas. Ia juga menilai kontribusi sektor perdagangan terhadap PDB nasional akan terus meningkat secara berkelanjutan. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB