Pessel, Javanusa—Pemerintah Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menghadirkan inovasi layanan publik berbasis digital lewat program Lunang Terpadu.
Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi penting hanya lewat WhatsApp, tanpa perlu datang ke kantor camat.
Camat Lunang, Sunardi, menyampaikan program Lunang Terpadu resmi diluncurkan beberapa waktu lalu. Masyarakat cukup menyimpan nomor WhatsApp resmi kecamatan di 0838-9973-9922, lalu memilih layanan yang dibutuhkan.
“Lunang Terpadu ini hadir agar warga tidak lagi kerepotan mencari informasi administrasi. Cukup lewat WhatsApp, semua bisa diakses dengan cepat dan mudah,” ujar Sunardi saat dihubungi Kamis (28/8/2025).
Melalui layanan ini, warga bisa mengecek jadwal Samsat keliling, info BPJS Kesehatan, status kehadiran Camat (apakah sedang dinas luar atau tidak), hingga berbagai persyaratan administrasi, seperti dispensasi nikah dan pembayaran pajak kendaraan.
Menurut Sunardi, inovasi ini merupakan langkah konkret Kecamatan Lunang dalam menjawab tantangan digitalisasi pelayanan publik. Selain memangkas antrian, layanan ini juga mempercepat respon pemerintah terhadap kebutuhan warga.
“Semua orang sekarang butuh kecepatan dan transparansi. Kami ingin hadir memberikan solusi yang nyata,” katanya.
Menariknya, layanan ini dilengkapi dengan panduan pemakaian berupa PDF manual book yang bisa diunduh serta video tutorial di YouTube.
Tujuannya agar semua kalangan masyarakat, termasuk yang kurang paham teknologi, bisa tetap menggunakan layanan ini.
Sunardi menyebut, program ini juga meningkatkan koordinasi antara perangkat kecamatan dengan masyarakat. Komunikasi lebih cepat, pengaduan bisa segera ditangani.
“Ini bukan hanya soal teknologi. Ini soal bagaimana pemerintah hadir dengan cara yang relevan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sejauh ini, sambutan masyarakat cukup positif. Program ini telah diuji coba sejak beberapa bulan lalu dan terbukti efektif.
Banyak warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan informasi, kini merasa sangat terbantu. Salah satunya adalah Ria 43, warga Lunang yang mengaku sering kesulitan mencari informasi di luar jam kerja.
“Sekarang tinggal kirim pesan di WhatsApp saja. Saya tidak perlu naik ojek ke kantor camat. Sangat membantu sekali,” ujarnya singkat.
Dari sisi pemerintahan, Sunardi menyebut Lunang Terpadu juga memotong rantai birokrasi yang selama ini dianggap lambat dan berbelit. Proses jadi lebih efisien, informasi lebih mudah dijangkau.
Tidak hanya itu, inovasi ini juga mendukung transformasi digital nasional yang sedang digalakkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Ke depan, Sunardi menargetkan pengembangan layanan ini dengan fitur-fitur baru. Sasaran utamanya adalah menjadikan Lunang sebagai kecamatan yang mampu memberikan pelayanan publik digital secara menyeluruh.
“Kami ingin masyarakat bisa mengurus keperluannya cukup dari HP saja. Semua informasi pelayanan publik harus bisa diakses dimanapun dan kapanpun,” tegasnya.
Sunardi juga berharap inovasi ini bisa memotivasi kecamatan lain di Pesisir Selatan untuk melakukan langkah serupa.
“Kami buka ruang kerja sama dan kolaborasi. Tujuan kami adalah pelayanan publik yang lebih manusiawi dan mudah dijangkau semua lapisan masyarakat,” tutupnya. (sus)






