Javanusa.com—Warna lidah dapat memberikan gambaran tentang kondisi kesehatan tubuh. Kenali warna lidah normal dan perubahan warna yang bisa berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu.
Lidah bukan hanya berperan sebagai indra pengecap. Organ ini juga membantu proses mengunyah, menelan, berbicara, serta dapat menunjukkan perubahan kondisi kesehatan.
Seperti Apa Warna Lidah yang Normal?
Lidah yang sehat umumnya berwarna merah muda atau pink. Permukaannya dapat memiliki lapisan putih tipis yang masih tergolong normal.
Pada lidah sehat, terdapat bintik-bintik kecil yang disebut papila. Struktur tersebut membuat permukaan lidah terasa sedikit kasar.
Selain warna, kondisi permukaan lidah juga perlu diperhatikan. Lidah sehat umumnya tidak menunjukkan luka, bercak yang menetap, atau rasa sakit saat digunakan.
Menjaga kebersihan mulut menjadi salah satu cara mempertahankan kesehatan lidah. Selain menyikat gigi secara rutin, Anda dapat membersihkan permukaan lidah menggunakan tongue scraper.
Hindari pula kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol karena keduanya dapat memengaruhi kesehatan rongga mulut.
Perubahan Warna Lidah yang Perlu Diperhatikan
Warna lidah dapat berubah karena berbagai faktor. Penyebabnya bisa berkaitan dengan kebersihan mulut, dehidrasi, obat tertentu, hingga penyakit.
Mengutip laman Hellosehat, berikut beberapa perubahan warna lidah yang perlu Anda kenali.
1. Lidah Berwarna Hitam
Lidah hitam dapat berkaitan dengan kondisi black hairy tongue atau lingua villosa. Kondisi tersebut muncul ketika protein keratin menumpuk pada permukaan lidah.
Penumpukan keratin membuat papila tampak memanjang. Akibatnya, permukaan lidah terlihat seperti memiliki rambut berwarna gelap.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya, antara lain:
-
- Kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga.
- Kebiasaan merokok.
- Penggunaan obat tertentu, termasuk antibiotik.
- Riwayat terapi radiasi.
2. Lidah Berwarna Putih
Lapisan putih tipis masih dapat ditemukan pada lidah yang sehat. Namun, warna putih yang semakin dominan dapat berkaitan dengan kondisi tertentu.
Dehidrasi, flu, dan infeksi jamur seperti kandidiasis mulut dapat menyebabkan perubahan tersebut.
Penyebab lain meliputi kebersihan mulut yang buruk, mulut kering atau xerostomia, leukoplakia, demam, oral lichen planus, dan lidah geografis.
Dalam beberapa kasus, perubahan warna putih juga dapat berkaitan dengan kanker lidah atau mulut serta sifilis. Karena itu, perubahan yang menetap sebaiknya mendapat pemeriksaan medis.
3. Lidah Berwarna Ungu
Lidah ungu dapat berkaitan dengan gangguan sirkulasi darah. Pada kondisi tertentu, perubahan tersebut juga dapat muncul sebagai bagian dari komplikasi penyakit jantung.
Masalah pada paru-paru juga dapat memengaruhi warna lidah. Ketika jaringan tubuh tidak memperoleh pasokan darah kaya oksigen yang memadai, lidah dapat tampak ungu kebiruan.
4. Lidah Berwarna Merah
Lidah merah dapat menunjukkan proses peradangan. Salah satu penyebabnya adalah glositis, yaitu peradangan pada jaringan lidah.
Glositis dapat meningkatkan aliran darah menuju lidah. Kondisi tersebut kemudian membuat permukaan lidah terlihat lebih kemerahan.
Jika warnanya tampak merah terang, kondisi tersebut dapat menyerupai strawberry tongue atau lidah stroberi. Perubahan ini dapat berkaitan dengan beberapa kondisi, seperti:
-
- Penyakit Kawasaki.
- Kekurangan vitamin B12.
- Demam scarlet.
- Toxic shock syndrome.
- Radang tenggorokan.
5. Lidah Berwarna Abu-abu
Warna lidah abu-abu dapat muncul pada beberapa gangguan kesehatan. Kondisi tersebut pernah dikaitkan dengan masalah pencernaan yang berlangsung lama.
Gangguan pada hati dan usus juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan perubahan warna tersebut.
Sebuah studi dalam jurnal Technology and Health Care pada 2017 menemukan hubungan perubahan warna lidah dengan eksim. Dari 200 orang dengan eksim, sebanyak 43,5 persen mengalami perubahan warna lidah menjadi abu-abu atau pucat.
6. Lidah Berwarna Kuning
Lidah kuning sering berkaitan dengan peningkatan jumlah bakteri pada permukaan lidah. Kondisi tersebut dapat muncul akibat mulut kering atau kebersihan rongga mulut yang kurang baik.
Pada sebagian kasus, warna kuning menjadi tahap awal sebelum berkembang menjadi black hairy tongue.
Perubahan warna tersebut juga dapat berkaitan dengan diabetes atau penyakit kuning. Namun, warna lidah saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis suatu penyakit.
7. Lidah Berwarna Biru
Lidah biru dapat menunjukkan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Kondisi ini membutuhkan perhatian karena dapat berkaitan dengan gangguan pada organ atau sistem tubuh tertentu.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan tersebut meliputi:
-
- Kekurangan oksigen akibat gangguan paru-paru.
- Kelainan darah.
- Gangguan pembuluh darah.
- Penyakit ginjal.
Kadar oksigen yang rendah dapat berkembang menjadi kondisi serius. Jika lidah berubah biru, terutama bila disertai sesak napas atau gejala lain, segera cari pertolongan medis.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Perubahan warna lidah tidak selalu menunjukkan penyakit tertentu. Makanan, minuman, kebiasaan merokok, obat-obatan, serta kebersihan mulut juga dapat memengaruhi warna permukaan lidah.
Namun, perubahan yang menetap, muncul tanpa penyebab jelas, atau disertai nyeri dan keluhan lain perlu mendapat evaluasi dokter atau dokter gigi.
Dengan mengenali warna lidah normal dan berbagai perubahan yang mungkin terjadi, Anda dapat lebih cepat menyadari adanya masalah kesehatan. Pemeriksaan profesional tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat. (*)






