Javanusa.com—Zat kimia pestisida digunakan petani untuk mengendalikan hama tanaman agar hasil panen tidak gagal. Namun, residu yang masih menempel pada buah dan sayur berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bila tidak dibersihkan dengan benar. Karena itu, penting memahami cara mencuci bahan pangan segar secara tepat sebelum dikonsumsi.
Penggunaan pestisida masih menjadi perdebatan antara petani dan pemerhati lingkungan. Di satu sisi, bahan ini membantu meningkatkan hasil pertanian, tetapi di sisi lain residunya dapat berdampak pada kesehatan konsumen.
Dikutip dari laman Hello Sehat, sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam Science of the Total Environment mencatat, dari ratusan sampel yang diuji, apel termasuk salah satu buah yang paling sering terdeteksi mengandung residu pestisida, dengan sebagian kecil di antaranya melampaui ambang batas aman.
Sementara itu, laporan U.S. Department of Agriculture juga menunjukkan residu pestisida banyak ditemukan pada sejumlah buah dan sayur yang umum dikonsumsi masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh praktik penggunaan pestisida yang tidak selalu sesuai anjuran, termasuk dosis yang berlebihan di sebagian kasus pertanian.
Selain residu kimia, buah dan sayur mentah juga dapat terkontaminasi bakteri seperti Salmonella dan E. coli yang berisiko menyebabkan gangguan kesehatan.
Cara Mencuci Buah dan Sayur yang Benar
Agar lebih aman dikonsumsi, buah dan sayur perlu dibersihkan dengan langkah yang tepat. Berikut tahapan yang dapat dilakukan:
1. Cuci tangan sebelum dan sesudah mencuci bahan pangan
Pastikan tangan dicuci menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memegang buah atau sayur. Setelah proses selesai, cuci tangan kembali untuk mencegah kontaminasi silang.
2. Pilah dan buang bagian yang rusak
Periksa kondisi buah dan sayur. Bagian yang busuk atau rusak sebaiknya dipotong untuk menghindari adanya kotoran atau organisme yang tidak terlihat.
3. Gunakan air mengalir
Mencuci di bawah air mengalir lebih efektif dibanding merendam, karena kotoran, debu, dan residu pestisida dapat terangkat dan terbawa arus air.
4. Bersihkan seluruh permukaan secara menyeluruh
Pastikan setiap bagian, termasuk celah, batang, atau lekukan, ikut dibersihkan agar tidak ada sisa kotoran yang tertinggal.
5. Gunakan cairan pencuci khusus bila diperlukan
Jika menggunakan produk pencuci buah dan sayur, pilih yang aman dan sesuai standar pangan. Beberapa produk berbahan alami seperti ekstrak jeruk nipis sering digunakan sebagai alternatif.
6. Sikat bagian yang sulit dibersihkan
Untuk buah atau sayur berkulit keras seperti kentang atau timun, gunakan sikat lembut. Sementara itu, bahan bertekstur halus seperti anggur cukup dibersihkan dengan tangan.
7. Bilas kembali dengan air bersih
Setelah proses pencucian, bilas ulang di bawah air mengalir untuk memastikan tidak ada sisa kotoran maupun bahan pencuci yang tertinggal.
8. Keringkan sebelum disimpan
Gunakan kain bersih atau tisu dapur untuk mengeringkan buah dan sayur agar tidak lembap saat disimpan, sehingga lebih tahan lama.
9. Simpan secara terpisah
Buah dan sayur mentah sebaiknya dipisahkan dari makanan matang untuk mencegah kontaminasi silang di dalam penyimpanan.
Kesimpulan
Mencuci buah dan sayur bukan sekadar membersihkan kotoran yang terlihat, tetapi juga upaya mengurangi risiko paparan residu pestisida dan bakteri. Dengan langkah yang tepat, bahan pangan dapat dikonsumsi dengan lebih aman dan sehat. (*/red)






