Waspada Residu Pestisida pada Buah dan Sayur, Begini Cara Aman Mencucinya

Penulis -

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mencuci buah. (Foto: Pexels)

Ilustrasi mencuci buah. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Zat kimia pestisida digunakan petani untuk mengendalikan hama tanaman agar hasil panen tidak gagal. Namun, residu yang masih menempel pada buah dan sayur berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bila tidak dibersihkan dengan benar. Karena itu, penting memahami cara mencuci bahan pangan segar secara tepat sebelum dikonsumsi.

Penggunaan pestisida masih menjadi perdebatan antara petani dan pemerhati lingkungan. Di satu sisi, bahan ini membantu meningkatkan hasil pertanian, tetapi di sisi lain residunya dapat berdampak pada kesehatan konsumen.

Dikutip dari laman Hello Sehat, sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam Science of the Total Environment mencatat, dari ratusan sampel yang diuji, apel termasuk salah satu buah yang paling sering terdeteksi mengandung residu pestisida, dengan sebagian kecil di antaranya melampaui ambang batas aman.

Sementara itu, laporan U.S. Department of Agriculture juga menunjukkan residu pestisida banyak ditemukan pada sejumlah buah dan sayur yang umum dikonsumsi masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh praktik penggunaan pestisida yang tidak selalu sesuai anjuran, termasuk dosis yang berlebihan di sebagian kasus pertanian.

Selain residu kimia, buah dan sayur mentah juga dapat terkontaminasi bakteri seperti Salmonella dan E. coli yang berisiko menyebabkan gangguan kesehatan.

Cara Mencuci Buah dan Sayur yang Benar

Agar lebih aman dikonsumsi, buah dan sayur perlu dibersihkan dengan langkah yang tepat. Berikut tahapan yang dapat dilakukan:

1. Cuci tangan sebelum dan sesudah mencuci bahan pangan

Pastikan tangan dicuci menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memegang buah atau sayur. Setelah proses selesai, cuci tangan kembali untuk mencegah kontaminasi silang.

2. Pilah dan buang bagian yang rusak

Periksa kondisi buah dan sayur. Bagian yang busuk atau rusak sebaiknya dipotong untuk menghindari adanya kotoran atau organisme yang tidak terlihat.

Baca Juga :  Jangan Diabaikan, Telinga Kemasukan Air Bisa Sebabkan Infeksi hingga Gangguan Pendengaran
3. Gunakan air mengalir

Mencuci di bawah air mengalir lebih efektif dibanding merendam, karena kotoran, debu, dan residu pestisida dapat terangkat dan terbawa arus air.

4. Bersihkan seluruh permukaan secara menyeluruh

Pastikan setiap bagian, termasuk celah, batang, atau lekukan, ikut dibersihkan agar tidak ada sisa kotoran yang tertinggal.

5. Gunakan cairan pencuci khusus bila diperlukan

Jika menggunakan produk pencuci buah dan sayur, pilih yang aman dan sesuai standar pangan. Beberapa produk berbahan alami seperti ekstrak jeruk nipis sering digunakan sebagai alternatif.

6. Sikat bagian yang sulit dibersihkan

Untuk buah atau sayur berkulit keras seperti kentang atau timun, gunakan sikat lembut. Sementara itu, bahan bertekstur halus seperti anggur cukup dibersihkan dengan tangan.

7. Bilas kembali dengan air bersih

Setelah proses pencucian, bilas ulang di bawah air mengalir untuk memastikan tidak ada sisa kotoran maupun bahan pencuci yang tertinggal.

8. Keringkan sebelum disimpan

Gunakan kain bersih atau tisu dapur untuk mengeringkan buah dan sayur agar tidak lembap saat disimpan, sehingga lebih tahan lama.

9. Simpan secara terpisah

Buah dan sayur mentah sebaiknya dipisahkan dari makanan matang untuk mencegah kontaminasi silang di dalam penyimpanan.

Kesimpulan

Mencuci buah dan sayur bukan sekadar membersihkan kotoran yang terlihat, tetapi juga upaya mengurangi risiko paparan residu pestisida dan bakteri. Dengan langkah yang tepat, bahan pangan dapat dikonsumsi dengan lebih aman dan sehat. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru