Padang Panjang, Javanusa—Wakil Wali Kota Padang Panjang, Asrul mengimbau Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan stunting di Kota Padang Panjang untuk ikut berkontribusi dalam penurunan stunting.
Imbauan tersebut disampaikan Asrul saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Penurunan Stunting, di Hotel Rangkayo Basa, Selasa (12/9/2023).
Asrul mengatakan, secara peringkat, Kota Padang Panjang bersama Kota Bukittinggi berada pada peringkat kedua terendah di Provinsi Sumbar. Yaitu sebesar 16,8% pada tahun 2022, turun dari angka 20% pada tahun 2021.
Dari hasil evaluasi tahun ini, masih banyak pihak yang belum paham dengan penanganan stunting, khususnya beberapa kelompok keluarga berisiko stunting dan keluarga stunting, bahkan tim sendiri.
“Idealnya setelah tim bekerja selama setahun lebih, semua pihak harus sudah mengerti dengan penanganan stunting dan bisa ikut berkontribusi,” ujar Asrul.
Ia menyampaikan, masih ada OPD yang tidak terlibat maksimal dalam Gerakan berharap Basunting (Bapak Ibu Asuh Anak Stunting) dengan alasan tidak adanya anggaran di OPD.
“Ada atau tidaknya anggaran, gerakan ini tetap dapat berjalan melalui mekanisme iuran, infak/sedekah rutin,” sambungnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






