Padang, Javanusa—Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk menguatkan kembali peran surau sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Maigus Nasir saat Safari Ramadan Pemko Padang di Masjid Al-Hijriyah, Perumnas Siteba, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Selasa (24/2/2026) malam.
Maigus menyampaikan penguatan fungsi masjid tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada aktivitas yang mendukung pembinaan mental, spiritual, dan sosial masyarakat, khususnya anak dan remaja.
Ia menjelaskan, di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran, Pemko Padang menjalankan tiga program utama untuk menghidupkan masjid dan surau.
Program pertama adalah Subuh Mubarokah, yang melibatkan lebih dari 88 ribu pelajar untuk memulai aktivitas harian dari masjid. Program ini diarahkan pada pembiasaan disiplin dan penguatan mental sejak usia sekolah.
Program kedua, Remaja Masjid Reborn, mendorong masjid menjadi ruang yang ramah bagi generasi muda. Masjid difasilitasi untuk menampung kegiatan seni, olahraga, dan budaya yang sejalan dengan nilai keagamaan.
Program ketiga adalah Literasi 3T (Tahsin, Tahfidz, Tafsir), berupa pengaktifan kembali pendidikan Al-Qur’an bagi siswa tingkat SMP setiap Kamis hingga Sabtu. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca sekaligus pemahaman isi Al-Qur’an.
Pendidikan dan Layanan Kesehatan Warga
Selain penguatan nilai keagamaan, Maigus juga menyinggung kebijakan pelayanan dasar yang telah dijalankan Pemko Padang selama satu tahun terakhir. Melalui program Padang Juara, pemerintah daerah memberikan seragam, LKS, dan buku sekolah gratis untuk meringankan beban biaya pendidikan keluarga.
Di bidang kesehatan, Pemko Padang mengoperasikan layanan Dokter Warga yang dapat diakses melalui nomor darurat 112, memungkinkan tenaga medis memberikan pelayanan langsung ke rumah warga.
Dalam kegiatan tersebut, Maigus Nasir turut menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp40 juta untuk mendukung pembangunan dan kemakmuran Masjid Al-Hijriyah sebagai bagian dari penguatan syiar Islam di Kecamatan Nanggalo. (*/red)






