Solok, Javanusa—Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal membuka workshop penulisan naskah pertunjukan yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok.
Kegiatan berlangsung di Akmal Room Bapperida Kota Solok, Minggu (12/4/2026).
Workshop ini diikuti mahasiswa dan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi serta perwakilan kementerian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin, Dekan FKIP UMMY Solok, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia sekaligus pembina HIMA PINDO, pimpinan Yayasan Zona Cakrawala Solok, serta perwakilan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Dua pemateri utama yang dihadirkan yakni Dra Yufridawati, M.Si, Analis Kebijakan Madya Pusat Standarisasi dan Kebijakan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Menengah RI, serta Edi Fakri, S.Sos, M.Si, dosen Universitas Gunadharma Jakarta.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (HIMA PINDO) UMMY Solok dengan Yayasan Zona Cakrawala dan Kementerian Kebudayaan dalam penyelenggaraan workshop tersebut.
Kegiatan ini mengangkat tema “Revitalisasi Bakaba”, salah satu tradisi lisan Minangkabau. Menurut Suryadi Nurdal, upaya pengembangan bakaba melalui penulisan naskah pertunjukan dinilai relevan di tengah perkembangan era digital.
Ia menyebutkan, bakaba merupakan bagian dari tradisi bertutur yang memuat nilai budaya dan sosial masyarakat Minangkabau.
Namun, tantangan pelestarian dinilai semakin besar seiring perubahan pola konsumsi budaya masyarakat.
Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan cerita-cerita tradisional menjadi naskah drama atau pertunjukan yang dapat dipentaskan dalam format kontemporer.
Kegiatan ini juga untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian seni budaya daerah.
Selain itu, workshop ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara kalangan akademisi, praktisi seni, dan pemerintah dalam membangun ekosistem kreatif di Kota Solok.
Pemko Solok menyatakan dukungan terhadap kegiatan yang berfokus pada pengembangan seni dan budaya lokal, termasuk penguatan kapasitas generasi muda di bidang literasi dan pertunjukan. (*/red)






