World Rabies Day 2026: Digigit atau Dicakar Hewan? Segera Cuci Luka 15 Menit

Penulis -

Senin, 28 September 2026 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ditjen PKH Kementan.

Foto: Ditjen PKH Kementan.

Bogor, Javanusa—Gigitan atau cakaran hewan berisiko rabies membutuhkan penanganan segera, meski luka tampak kecil.

Pertolongan pertama yang dianjurkan ialah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 15 menit, kemudian segera mencari pertolongan medis.

Pesan tersebut mengemuka dalam puncak peringatan World Rabies Day (WRD) 2026 di Kampus IPB University Baranangsiang, Bogor, Minggu (27/9/2026).

Cuci Luka 15 Menit Setelah Gigitan

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menekankan bahwa pengendalian rabies berkaitan erat dengan keselamatan manusia.

“Ketika kita berbicara tentang rabies, kita tidak hanya berbicara tentang angka kasus, vaksinasi, atau program pemerintah, tetapi ini tentang kesehatan dan kehidupan. Di balik satu kasus rabies, ada keluarga yang cemas, ada orang tua yang berharap anaknya dapat diselamatkan, dan ada kehidupan yang dapat berakhir hanya karena penyakit yang sebenarnya dapat kita cegah,” ujar Agung.

Karena itu, masyarakat perlu memahami tindakan yang tepat setelah mengalami paparan. Korban harus segera membersihkan luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit.

Setelah mencuci luka, korban perlu mendatangi puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan. Tenaga medis akan menilai jenis paparan dan menentukan penanganan sesuai kondisi korban.

Luka kecil tetap membutuhkan perhatian. Begitu pula gigitan dari hewan peliharaan tidak boleh langsung dianggap aman.

Rabies Bisa Menular dari Hewan ke Manusia

Rabies merupakan penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Penularannya terutama terjadi melalui gigitan atau cakaran yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi.

Secara global, anjing menjadi sumber utama penularan rabies kepada manusia. Karena itu, pencegahan gigitan dan vaksinasi hewan menjadi bagian penting dalam pengendalian penyakit tersebut.

Baca Juga :  Hendri Septa: Optimalkan Gadget untuk Kegiatan Positif

Dalam edukasi WRD 2026, Agung juga mengingatkan masyarakat agar mengenali risiko rabies. Kesadaran publik perlu berjalan bersama program vaksinasi dan pengawasan kesehatan hewan.

Hindari Hewan yang Menunjukkan Perilaku Tidak Biasa

Masyarakat disarankan tidak sembarangan menyentuh atau mendekati hewan yang tidak dikenal. Perhatian khusus perlu diberikan jika hewan menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Pemilik hewan juga memiliki peran penting dalam mencegah penularan rabies. Vaksinasi rutin dan pemeliharaan hewan secara bertanggung jawab menjadi bagian dari upaya perlindungan.

Pengendalian rabies membutuhkan kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan manusia dan hewan, organisasi profesi, serta masyarakat perlu menjalankan peran masing-masing.

Vaksinasi hewan, pengelolaan populasi hewan, edukasi masyarakat, dan respons cepat terhadap gigitan saling melengkapi dalam pencegahan rabies.

Lima Belas Menit Bukan Pengganti Perawatan Medis

Peringatan World Rabies Day 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai tindakan setelah gigitan atau cakaran hewan berisiko rabies.

Pesannya jelas: segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 15 menit. Setelah itu, cari pertolongan medis dan ikuti penanganan yang diberikan tenaga kesehatan.

Mencuci luka selama 15 menit merupakan langkah pertolongan pertama, bukan pengganti pemeriksaan medis. Tindakan cepat, vaksinasi hewan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam melindungi manusia sekaligus hewan dari rabies. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB