Padang, Javanusa—Sebanyak 180 siswa SDN 07 Gurun Laweh, Kota Padang, terpaksa bersekolah tanpa seragam setelah seluruh perlengkapan mereka hanyut saat banjir bandang.
Untuk memulihkan kondisi psikologis para siswa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang memberikan layanan trauma healing di sekolah tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Nurfitri, menjelaskan hampir 80 persen peserta didik di wilayah terdampak masih belum memiliki seragam sekolah sejak bencana terjadi.
“Sekitar 180 siswa saat ini masih menggunakan pakaian bebas ke sekolah karena seragam mereka hilang saat banjir. Kami juga sudah memberikan dukungan pemulihan psikososial melalui trauma healing,” ujar Nurfitri, Sabtu (6/12/2025).
Kegiatan pemulihan psikologis ini dilaksanakan oleh UPTD Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (LDPI). Tim memberikan pendampingan untuk mengurangi kecemasan, mengembalikan rasa aman, serta membangkitkan kembali semangat belajar para siswa.
“Kami berupaya memulihkan fungsi anak agar dapat kembali beraktivitas secara normal dengan cara menularkan kebahagiaan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim LDPI mengajak siswa mengikuti berbagai permainan edukatif yang menciptakan suasana positif, inklusif, dan ramah anak. Anak-anak didampingi untuk mengekspresikan perasaan mereka secara aman dan suportif.
Beberapa permainan yang diberikan antara lain menggambar untuk melihat kondisi psikologis anak, permainan tepuk tangan saat bola melambung untuk melatih fokus, serta permainan ular naga untuk menumbuhkan ekspresi bahagia dan membangkitkan semangat belajar.
“Untuk menambah keceriaan, anak-anak juga diberikan bingkisan berupa snack yang mereka sukai, seperti susu, wafer, dan makanan ringan lainnya,” kata Nurfitri.
Ia berharap kegiatan trauma healing ini dapat mempercepat proses pemulihan mental siswa sekaligus memperkuat ketahanan psikologis mereka agar kembali bersemangat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. (*/red)






