Javanusa.com—Memasuki usia 30-an, perubahan pada kulit wajah mulai lebih mudah terlihat. Flek hitam, kulit kusam, jerawat, hingga garis halus dapat muncul sehingga perawatan kulit perlu mendapat perhatian lebih.
Selain produk kecantikan, bahan alami seperti beras dan air beras juga kerap digunakan dalam perawatan kulit. Sejumlah ahli kecantikan menyebut kandungan dalam beras berpotensi membantu menjaga tampilan kulit tetap cerah dan terlihat awet muda.
Manfaat beras untuk kulit wajah
Beras telah lama digunakan dalam tradisi perawatan kecantikan di sejumlah negara Asia. Jepang, China, dan Korea termasuk negara yang memiliki sejarah penggunaan air beras untuk perawatan kulit.
Mengutip dari laman Haibunda, berikut beberapa manfaat yang dikaitkan dengan penggunaan beras dan air beras pada kulit.
1. Membantu merawat kulit dari tanda penuaan
Ahli kecantikan Bharti Taneja mengatakan beras memiliki sifat anti-penuaan yang dapat membantu merawat kulit.
Menurut Bharti, beras dapat membantu merevitalisasi kulit sekaligus melindunginya dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.
Beras juga mengandung antioksidan yang membantu melawan radikal bebas. Kandungan tersebut dinilai dapat mendukung kulit agar tetap terlihat sehat dan awet muda.
2. Membantu mencerahkan kulit
Selain dikaitkan dengan perawatan anti-aging, beras juga sering digunakan untuk membantu membuat kulit wajah tampak lebih cerah.
Bharti Taneja menyebut bahan berbasis beras dapat dimasukkan ke dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari.
Penggunaannya dapat berupa masker atau bahan perawatan lain yang dibuat dari beras maupun tepung beras.
3. Air beras dapat digunakan sebagai toner
Bukan hanya beras, air hasil rendaman atau rebusan beras juga populer dalam perawatan kulit. Tren ini kemudian semakin dikenal melalui rutinitas kecantikan perempuan Korea Selatan.
Dr Nivvedita Mahandru, ahli terapi kecantikan dan naturopati, mengatakan beras dapat digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit.
Bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif krim, serum, toner, maupun scrub. Salah satu cara yang umum adalah menggunakan air beras sebagai toner dalam rutinitas perawatan malam.
Menurut Dr Nivvedita, penelitian menunjukkan bahan bioaktif dalam air beras yang berasal dari proses perendaman atau perebusan memiliki potensi manfaat untuk perawatan anti-penuaan.
Cara membuat perawatan kulit dari beras
Beras dapat diolah menjadi beberapa bentuk perawatan sederhana. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Toner air beras
Bharti Taneja menyarankan beras direndam selama sekitar 30 menit. Cara lain dapat dilakukan dengan merebus beras, kemudian menyaring airnya.
Air beras selanjutnya dapat disimpan dalam botol dan didinginkan. Cairan tersebut dapat disemprotkan pada kulit sebagai bagian dari perawatan.
Air beras juga dapat digunakan untuk rambut sebagai kondisioner. Diamkan sekitar 10 menit, kemudian bilas menggunakan air bersih.
Masker wajah dari tepung beras
Tepung beras juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan masker untuk membantu membuat kulit tampak lebih cerah.
Campurkan satu sendok teh besan, tepung beras, sejumput kunyit, dan beberapa tetes susu. Aduk hingga membentuk campuran yang dapat diaplikasikan pada wajah.
Oleskan secara merata dan tunggu sampai mengering. Setelah itu, bilas wajah menggunakan air bersih.
Alternatif lainnya, rendam beras selama sekitar 30 menit. Gunakan air rendaman sebagai masker selama 10 menit sebelum membilas wajah.
Untuk perawatan garis halus, sumber tersebut menyebut minyak kelapa, minyak almond, atau vitamin E dapat ditambahkan ke dalam campuran tepung beras.
Krim malam berbahan beras
Beras juga dapat digunakan dalam campuran krim malam. Caranya dengan mencampurkan milk cream dan beras yang telah bercampur dengan air.
Campuran tersebut kemudian dapat ditambahkan gel lidah buaya dan minyak esensial mawar. Oleskan pada wajah sebagai krim malam.
Meski bahan alami sering dianggap lebih aman, setiap kulit memiliki respons yang berbeda. Sebaiknya lakukan uji tempel terlebih dahulu dan hentikan pemakaian jika muncul iritasi. (*)






