Javanusa.com—Jerawat pasir bisa membuat permukaan wajah tampak dipenuhi bintik-bintik kecil putih. Meski ukurannya kecil, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan jika ditangani dengan cara yang keliru.
Jerawat pasir merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan kumpulan benjolan kecil pada kulit. Kondisi tersebut dapat menyerupai komedo putih atau jerawat kecil yang muncul dalam jumlah banyak.
Area wajah yang sering mengalami masalah ini antara lain zona T, terutama dahi dan pipi. Bagian tersebut cenderung menghasilkan lebih banyak minyak dibandingkan area wajah lainnya.
Dahi juga dapat lebih mudah bermasalah karena sering bersentuhan dengan minyak atau residu dari produk perawatan rambut.
Karena itu, perawatan perlu dilakukan secara tepat agar sumbatan pori dan peradangan tidak semakin parah.
Cara Mengatasi Jerawat Pasir
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi jerawat pasir. Dikutip dari Halodoc, berikut cara yang dapat diterapkan dalam perawatan sehari-hari.
1. Bersihkan wajah dengan lembut
Membersihkan wajah menjadi langkah dasar dalam mengatasi jerawat pasir. Pilih pembersih wajah yang lembut dan tidak mengandung bahan yang mudah mengiritasi kulit.
Hindari penggunaan scrub kasar saat kulit sedang berjerawat. Gesekan berlebihan justru dapat memperburuk iritasi dan peradangan.
Cuci wajah secara perlahan, kemudian keringkan dengan menepuk kulit menggunakan handuk bersih. Hindari menggosok wajah terlalu kuat.
2. Pilih produk dengan bahan aktif antijerawat
Produk perawatan dengan bahan aktif tertentu dapat membantu mengatasi sumbatan pori dan peradangan. Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain asam salisilat dan benzoil peroksida.
Asam salisilat membantu mengangkat sel kulit mati serta membersihkan sumbatan pada pori. Sementara itu, benzoil peroksida dapat membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat dan peradangan.
Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan. Pemakaian berlebihan tidak membuat jerawat lebih cepat hilang dan justru dapat memicu iritasi.
3. Jangan memencet benjolan
Memencet jerawat pasir mungkin terasa seperti cara tercepat untuk menghilangkannya. Namun, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan masalah baru pada kulit.
Tekanan pada jerawat dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko infeksi. Tangan juga dapat membawa bakteri dan kotoran ke area wajah.
Selain itu, kebiasaan memencet jerawat dapat meningkatkan risiko munculnya bekas pada kulit.
4. Kurangi penggunaan makeup yang berat
Produk makeup yang terlalu berat atau mengandung minyak dapat memperburuk sumbatan pori pada sebagian orang.
Jika tetap membutuhkan makeup, pilih produk berlabel non-komedogenik dan gunakan secukupnya. Produk dengan perlindungan SPF juga dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Jangan lupa membersihkan makeup sebelum tidur agar tidak meninggalkan residu pada kulit.
5. Terapkan pola hidup sehat
Perawatan kulit tidak hanya bergantung pada produk yang digunakan. Pola makan dan kebiasaan sehari-hari juga perlu mendapat perhatian.
Perbanyak konsumsi buah, sayuran, serta sumber protein yang baik. Batasi makanan berminyak atau makanan yang diketahui dapat memicu masalah kulit pada diri masing-masing.
Tidur yang cukup, menjaga kebersihan wajah, dan mengelola stres juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Apa Penyebab Jerawat Pasir?
Kemunculan jerawat pasir dapat berkaitan dengan beberapa jenis lesi jerawat. Komedo putih menjadi salah satu penyebab yang paling sering ditemukan.
1. Komedo putih
Komedo putih atau whitehead terbentuk ketika sebum dan sel kulit mati menyumbat pori. Sumbatan tersebut membuat permukaan pori tertutup dan tampak sebagai benjolan kecil.
Jika kondisi tersebut muncul dalam jumlah banyak, kulit wajah dapat terlihat seperti memiliki bintik-bintik menyerupai pasir.
Produk yang mengandung asam salisilat dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengatasi sumbatan pori.
2. Papula
Papula merupakan benjolan jerawat yang mengalami peradangan. Kondisi ini dapat terjadi ketika dinding pori mengalami kerusakan dan memicu respons peradangan pada kulit.
Benjolan biasanya tampak kecil dan kemerahan. Produk dengan kandungan benzoil peroksida dapat membantu mengatasi bakteri serta mengurangi peradangan pada jerawat.
Bahan tersebut juga dapat membantu mengendalikan minyak berlebih pada kulit.
3. Pustula
Pustula merupakan jerawat yang berisi nanah. Lesi ini biasanya tampak sebagai benjolan kemerahan dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan.
Peradangan yang lebih berat dapat membuat jumlah lesi jerawat bertambah. Penanganannya dapat melibatkan produk antijerawat dengan kandungan seperti benzoil peroksida.
Kapan Perlu ke Dokter Kulit?
Tidak semua bintik kecil pada wajah merupakan jerawat biasa. Karena itu, kondisi kulit yang menetap atau semakin memburuk sebaiknya mendapat pemeriksaan profesional.
Segera konsultasikan dengan dokter kulit jika jerawat pasir tidak membaik setelah perawatan mandiri atau justru semakin meradang.
Dokter dapat menentukan jenis lesi yang muncul dan memilih terapi sesuai kondisi kulit. Pada kasus tertentu, dokter mungkin memberikan obat oles maupun obat minum.
Penanganan yang tepat juga dapat membantu mengurangi risiko peradangan dan munculnya bekas jerawat. (*)






