Javanusa.com—Ambeien atau wasir dapat menimbulkan nyeri, gatal, pembengkakan, hingga perdarahan saat buang air besar (BAB).
Perubahan pola makan dan perawatan sederhana di rumah dapat membantu meredakan gejala, terutama pada kasus ringan.
Ambeien atau hemoroid terjadi ketika pembuluh darah di sekitar anus atau rektum mengalami pembengkakan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, khususnya ketika penderita duduk terlalu lama atau mengalami sembelit.
Meski beberapa gejalanya bisa membaik dengan perawatan mandiri, tidak semua kasus ambeien dapat ditangani menggunakan cara alami. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan jika keluhan berlanjut, memburuk, atau disertai perdarahan.
Mengenali Gejala Ambeien
Gejala wasir dapat berbeda-beda, bergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa keluhan yang umum muncul:
-
- Perdarahan saat BAB, biasanya berupa darah merah segar.
- Gatal atau iritasi di sekitar anus.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman, terutama ketika duduk.
- Pembengkakan di sekitar anus.
- Benjolan di dekat anus yang terkadang terasa nyeri.
- Keluarnya lendir setelah BAB.
Perdarahan saat BAB tidak selalu menandakan ambeien. Kondisi lain, termasuk penyakit pada usus besar dan rektum, juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Apa Saja Penyebab Ambeien?
Peningkatan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dan rektum menjadi salah satu faktor utama yang berperan dalam pembentukan ambeien.
Sejumlah kebiasaan dan kondisi kesehatan dapat meningkatkan risikonya, antara lain:
-
- Mengejan terlalu kuat saat BAB.
- Duduk terlalu lama di toilet.
- Mengalami sembelit kronis atau diare berulang.
- Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
- Mengalami kehamilan.
- Memiliki riwayat keluarga dengan ambeien.
- Bertambahnya usia.
Mengurangi kebiasaan mengejan dan menjaga konsistensi tinja tetap lunak dapat membantu mengurangi tekanan pada area anus.
7 Cara Alami Meredakan Gejala Ambeien
Pada kasus ringan, beberapa perawatan mandiri dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Dikutip dari Halodoc, berikut tujuh langkah yang dapat dilakukan.
1. Tingkatkan Konsumsi Makanan Berserat
Serat membantu menjaga tinja tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan demikian, kebutuhan untuk mengejan saat BAB dapat berkurang.
Pilih makanan kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Tambahkan serat secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dan mengurangi risiko kembung.
Jika asupan makanan belum mencukupi, suplemen serat seperti psyllium dapat menjadi pilihan setelah mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi kesehatan.
2. Berendam dengan Air Hangat
Berendam dengan air hangat dapat membantu meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman akibat ambeien.
Gunakan air hangat, bukan air panas, selama sekitar 10–15 menit. Lakukan beberapa kali sehari, terutama setelah BAB, jika cara ini terasa membantu.
Hindari menambahkan sabun berpewangi atau bahan yang berpotensi mengiritasi kulit di sekitar anus. Setelah berendam, keringkan area tersebut secara perlahan.
3. Pilih Pakaian Dalam yang Nyaman
Pakaian dalam yang terlalu ketat dapat meningkatkan gesekan dan memperburuk iritasi pada area anus.
Gunakan pakaian dalam yang tidak menekan, memiliki sirkulasi udara baik, dan menyerap kelembapan. Jaga area sekitar anus tetap bersih dan kering untuk mengurangi rasa gatal.
4. Cukupi Kebutuhan Air Putih
Konsumsi cairan yang cukup membantu serat bekerja menjaga konsistensi tinja. Kombinasi asupan serat dan cairan dapat membantu mencegah sembelit.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, bergantung pada aktivitas, kondisi tubuh, dan lingkungan. Penderita penyakit tertentu yang memerlukan pembatasan cairan perlu mengikuti anjuran dokter.
Selain itu, hindari menunda keinginan BAB dan batasi waktu duduk di toilet. Kedua kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah di area anus.
5. Berhati-hati Menggunakan Lidah Buaya
Lidah buaya kerap digunakan dalam perawatan kulit karena kandungan senyawa yang berpotensi memberikan efek menenangkan. Namun, bukti klinis mengenai manfaat lidah buaya untuk mengobati ambeien masih terbatas.
Penggunaan produk lidah buaya pada area anus juga berisiko menimbulkan iritasi atau reaksi alergi. Karena itu, jangan mengoleskan gel atau sediaan herbal sembarangan, terutama pada jaringan yang mengalami luka atau perdarahan.
Konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan produk tersebut.
6. Gunakan Kompres Garam Epsom dan Gliserin dengan Hati-hati
Campuran garam Epsom dan gliserin terkadang digunakan sebagai perawatan rumahan untuk meredakan ketidaknyamanan akibat ambeien. Namun, bukti ilmiah yang mendukung efektivitas campuran ini masih terbatas.
Garam atau bahan tambahan tertentu dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif di sekitar anus. Oleh karena itu, penggunaan campuran tersebut bukan pilihan utama yang direkomendasikan untuk mengatasi ambeien.
Sebagai alternatif, kompres lembut menggunakan air hangat atau air biasa dapat membantu memberikan rasa nyaman. Hentikan perawatan apabila muncul sensasi terbakar, kemerahan, atau iritasi.
7. Kompres Dingin untuk Mengurangi Pembengkakan
Kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri untuk sementara.
Bungkus es menggunakan kain bersih sebelum menempelkannya pada area yang terasa sakit. Hindari menempelkan es secara langsung pada kulit karena dapat menyebabkan cedera akibat suhu dingin.
Gunakan dalam waktu singkat sesuai toleransi kulit. Jika nyeri atau pembengkakan terus berlanjut, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.
Makanan yang Sebaiknya Diperhatikan saat Mengalami Ambeien
Pola makan berperan penting dalam menjaga kelancaran BAB. Diet tinggi serat dapat membantu mengurangi gejala ambeien, terutama melalui pelunakan tinja dan pengurangan kebiasaan mengejan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:
-
- Makanan rendah serat: Batasi konsumsi berlebihan makanan olahan yang rendah serat apabila menggantikan sayuran, buah, dan biji-bijian utuh.
- Makanan pedas: Kurangi jika konsumsinya memicu rasa terbakar atau memperburuk ketidaknyamanan saat BAB.
- Makanan tinggi lemak: Batasi jika pola makan tersebut membuat asupan serat berkurang atau memperburuk sembelit.
- Alkohol dan minuman berkafein: Perhatikan jumlah konsumsinya dan pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Tidak semua makanan tersebut harus dihindari oleh setiap penderita. Respons tubuh berbeda-beda, sehingga penyesuaian pola makan sebaiknya mempertimbangkan gejala yang muncul.
Kapan Penderita Ambeien Harus ke Dokter?
Perawatan rumahan dapat membantu mengatasi keluhan ringan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis apabila gejala menetap atau memburuk.
Segera cari pertolongan medis jika perdarahan terjadi berulang, nyeri terasa berat, atau muncul benjolan yang sangat sakit. Perdarahan dalam jumlah banyak, pusing, lemas, atau tinja berwarna hitam juga memerlukan evaluasi segera.
Dokter dapat menentukan apakah keluhan benar-benar disebabkan oleh ambeien atau kondisi lain. Penanganan selanjutnya dapat berupa perubahan pola hidup, obat-obatan, prosedur medis, atau tindakan bedah sesuai indikasi. (*)






