Jakarta, Javanusa—Sebanyak 35 perusahaan dan pelaku industri menjalin kemitraan dengan SMK SMAK Padang melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja sama ini memperkuat hubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri, terutama dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Penandatanganan MoU berlangsung dalam Temu Industri SMK SMAK Padang di Ruang Rajawali, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Forum tahunan ini juga membahas penyelarasan kurikulum, pengembangan kompetensi siswa, tata kelola sekolah, serta peluang penyerapan lulusan.
Mengusung tema “Sinergi SMK SMAK Padang dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri Guna Mewujudkan Sumber Daya Manusia Kompeten, Adaptif, dan Berdaya Saing Global”, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi sekolah dan mitra industri untuk memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan.
Selaraskan Pendidikan dengan Kebutuhan Industri
Kepala SMK SMAK Padang, Silvania Lorina, S.Si, M.Si, mengatakan sekolah terus membangun komunikasi dengan dunia usaha dan dunia industri untuk menjaga relevansi pendidikan vokasi.
“Temu Industri ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara SMK SMAK Padang dengan dunia usaha dan dunia industri dalam rangka menyelaraskan penyelenggaraan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperoleh masukan dari mitra industri,” ujar Silvania.
Menurutnya, masukan dari perusahaan membantu sekolah menyesuaikan proses pembelajaran dengan perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Dengan demikian, siswa dapat memperoleh kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan praktik kerja di lapangan.
Temu Industri juga membuka kesempatan bagi mitra industri untuk menyampaikan kebutuhan keahlian, mengevaluasi kesesuaian kompetensi lulusan, serta mengidentifikasi peluang kerja sama baru.
Perkuat Zona Integritas dan Penyelarasan Kurikulum
Dalam forum tersebut, SMK SMAK Padang memaparkan penerapan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Perindustrian. Program ini mencerminkan komitmen sekolah untuk membangun tata kelola yang transparan, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.
Penerapan prinsip tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan mitra industri sekaligus memperkuat kualitas pengelolaan pendidikan.
Sekolah juga menjelaskan upaya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri. Materi pembelajaran dan pengembangan kompetensi siswa perlu mengikuti perkembangan teknologi, proses kerja, serta standar keahlian yang dibutuhkan perusahaan.
Penyelarasan ini menjadi salah satu langkah penting untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan tenaga kerja.
Serapan Lulusan Jadi Perhatian Utama
Selain kurikulum, Temu Industri SMK SMAK Padang membahas perkembangan penyerapan lulusan di dunia kerja. Melalui bidang Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubim), sekolah menyampaikan perkembangan serapan lulusan sekaligus menjajaki kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan mitra.
Pembahasan tersebut menempatkan kesiapan kerja sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan pendidikan vokasi. Sekolah tidak hanya bertanggung jawab memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga perlu memastikan kompetensi siswa sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Melalui dialog bersama industri, SMK SMAK Padang dapat memperoleh masukan mengenai kualifikasi tenaga kerja dan peluang rekrutmen. Kedua pihak juga berkesempatan memperluas kerja sama dalam praktik kerja, pengembangan kompetensi, serta penyelarasan pendidikan.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang yang lebih besar bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja sesuai bidang keahliannya.
BPSDMI Kemenperin Dorong Perluasan Kemitraan
Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Ir. Adie Rochmanto Pandiangan, S.T, M.M, membuka Temu Industri SMK SMAK Padang.
Dalam sambutannya, Adie mengapresiasi kemampuan sekolah membangun hubungan dengan berbagai mitra industri di Indonesia.
“Saya sangat bangga melihat SMK SMAK Padang mampu bergandengan tangan dengan mitra industri yang ada di Indonesia. Kehadiran para mitra industri dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi tersebut berjalan dengan baik. Inilah yang kita harapkan dari SMK SMAK Padang,” ungkap Adie.
Ia menilai kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri berperan penting dalam menyiapkan tenaga terampil. Kebutuhan tersebut juga berkaitan erat dengan ketersediaan tenaga ahli di bidang kimia.
“Dunia industri sangat erat kaitannya dengan tenaga ahli kimia. Kami berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan untuk membangun SDM yang kompeten,” ujarnya.
Adie juga mendorong SMK SMAK Padang memperluas jaringan kerja sama dengan perusahaan di dalam maupun luar negeri. Menurutnya, kesepakatan formal melalui MoU dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan tersebut.
“Seberapa cepat mitra industri memperluas kerja sama dengan SMK SMAK Padang, salah satunya dapat diwujudkan melalui kesepakatan atau MoU. Dengan demikian, kerja sama antara SMK SMAK Padang dengan dunia industri dapat terjalin semakin baik,” imbuhnya.
Kerja Sama Diharapkan Berlanjut ke Program Nyata
Melalui Temu Industri 2026, SMK SMAK Padang memperkuat komitmennya untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Kesepakatan bersama 35 industri menjadi landasan untuk mengembangkan berbagai program kolaborasi yang lebih konkret.
Keberhasilan kemitraan ini tidak hanya bergantung pada penandatanganan MoU. Implementasi kerja sama melalui pengembangan kompetensi, praktik kerja, dan peluang rekrutmen juga menjadi bagian penting dalam memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Dengan sinergi yang berkelanjutan, SMK SMAK Padang diharapkan mampu menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat global. (*)






