Bertemu Mantan Menteri dan Bos BI, Presiden Prabowo Gali Pengalaman Hadapi Krisis Ekonomi

Penulis -

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas pengalaman penanganan krisis ekonomi pada periode sebelumnya serta langkah antisipasi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional di tengah dinamika global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir mendampingi Presiden bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Airlangga menyebut para tokoh yang hadir pernah menjabat sebagai menteri maupun Gubernur Bank Indonesia.

Tokoh yang hadir antara lain Burhanuddin Abdullah, Paskah Suzetta, dan Lukita Dinarsyah Tuwo.

“Tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau Gubernur Bank Indonesia. Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008,” ujar Airlangga dalam keterangan pers usai pertemuan.

Pengalaman Krisis Jadi Bahan Antisipasi Pemerintah

Airlangga menjelaskan para tokoh tersebut menyampaikan sejumlah catatan penting terkait pengalaman menghadapi tekanan ekonomi global.

Beberapa isu yang dibahas meliputi lonjakan harga minyak, tekanan inflasi, serta perubahan nilai tukar rupiah.

Menurut Airlangga, Indonesia pernah menghadapi situasi lonjakan harga minyak yang berdampak besar terhadap inflasi nasional.

“Di tahun 2005 ada krisis minyak di mana harga minyak bisa naik sampai 140 dolar AS per barel,” jelasnya.

Ia menilai kondisi makroekonomi Indonesia saat ini relatif lebih baik dibandingkan sejumlah periode krisis sebelumnya. Fundamental ekonomi nasional dinilai lebih kuat, sedangkan depresiasi rupiah masih berada pada level terkendali.

“Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat. Dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Telkomsel Apresiasi Abinsya, Siswa SMAN 2 Payakumbuh Raih Nilai Tertinggi Nasional di Tryout UTBK 2025, Lolos ke ITB!
Pemerintah Perkuat Regulasi dan Sektor Perbankan

Dari pertemuan tersebut, pemerintah mengambil sejumlah pembelajaran terkait langkah antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan ekonomi global ke depan.

Presiden Prabowo juga meminta jajaran terkait, termasuk Menteri Keuangan, terus memantau regulasi yang dapat memperkuat stabilitas sektor keuangan serta menjaga prinsip kehati-hatian perbankan nasional.

“Bapak Presiden meminta kami, Menteri Keuangan, untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita,” ujar Airlangga.

Pemerintah juga menilai perlu melakukan kajian terhadap penguatan permodalan perbankan. Langkah tersebut dinilai penting karena jumlah perbankan di Indonesia cukup banyak.

Penguatan sektor perbankan menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas sistem keuangan nasional agar tetap kuat menghadapi dinamika ekonomi global. (*/BPMI Setpres)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:27 WIB

PWI Health Fun Run 5K Hadir di Mandeh, Gabungkan Olahraga dan Promosi Wisata

Berita Terbaru