5 Penyebab Sariawan yang Sering Tak Disadari, dari Cara Menyikat Gigi hingga Stres

Penulis -

Senin, 20 Juli 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sariawan. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi sariawan. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Sariawan sering muncul secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas makan maupun berbicara. Selain dipicu makanan tertentu, kondisi ini ternyata juga bisa muncul akibat kebiasaan sehari-hari yang sering luput dari perhatian.

Meski penyebab pastinya tidak selalu mudah diketahui, sejumlah faktor terbukti meningkatkan risiko munculnya luka pada jaringan mulut.

Selain kekurangan nutrisi, kebiasaan merokok, konsumsi makanan pedas atau asam, serta penggunaan obat tertentu juga dapat memicu sariawan. Namun, ada beberapa penyebab lain yang sering tidak disadari.

1. Menyikat gigi terlalu keras

Menyikat gigi dengan tekanan berlebihan atau menggunakan sikat berbulu kasar dapat melukai gusi dan dinding rongga mulut. Luka kecil tersebut berpotensi berkembang menjadi sariawan jika tidak segera pulih.

2. Bibir, lidah, atau pipi tidak sengaja tergigit

Cedera ringan akibat tergigit saat makan atau berbicara menjadi salah satu penyebab sariawan yang paling sering terjadi. Luka juga dapat muncul karena tertusuk duri ikan, tusuk gigi, atau alat makan yang melukai bagian dalam mulut.

3. Gesekan kawat gigi atau gigi palsu

Pengguna kawat gigi kerap mengalami iritasi pada bagian dalam pipi akibat gesekan ujung kawat. Kondisi serupa juga dapat terjadi bila gigi palsu tidak terpasang dengan baik sehingga terus-menerus menggesek jaringan mulut.

4. Kebersihan mulut kurang terjaga

Kurangnya kebersihan gigi dan mulut membuat bakteri lebih mudah berkembang. Akibatnya, peradangan dapat muncul di rongga mulut dan memicu terbentuknya sariawan.

5. Stres dan rasa cemas

Tekanan emosional maupun kelelahan fisik dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Kondisi tersebut membuat seseorang lebih rentan mengalami sariawan, terutama ketika stres berlangsung dalam waktu lama.

Selain faktor di atas, sariawan juga dapat berkaitan dengan beberapa penyakit, seperti penyakit Crohn, penyakit celiac, serta gangguan sistem kekebalan tubuh, termasuk AIDS dan lupus.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Dorong ASEAN Percepat Energi Bersih dan Ketahanan Pangan di KTT BIMP-EAGA
Cara Mengatasi Sariawan agar Cepat Sembuh

Sebagian besar sariawan akan membaik dengan sendirinya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mempercepat proses penyembuhan sekaligus mengurangi rasa tidak nyaman.

1. Menjaga Kebersihan Rongga Mulut

Sikat gigi secara rutin menggunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi yang sesuai. Lengkapi perawatan dengan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi.

2. Mengompres dengan Es

Mengulum potongan es di sekitar area sariawan dapat membantu mengurangi nyeri sekaligus meredakan peradangan.

3. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Kekurangan vitamin dan mineral tertentu diketahui berkaitan dengan munculnya sariawan. Pastikan kebutuhan vitamin B12, zat besi, zinc, dan asam folat tercukupi melalui konsumsi sayuran hijau, buah-buahan, serta makanan bergizi seimbang.

4. Menggunakan Obat Kumur Berbahan Alami

Obat kumur yang mengandung daun sirih, daun saga, atau akar manis (licorice) dapat menjadi pilihan. Kandungan alami tersebut memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antiradang yang membantu menjaga kesehatan rongga mulut sekaligus mendukung penyembuhan sariawan.

Menghindari Makanan Pemicu

Jika sariawan muncul setelah mengonsumsi makanan pedas, asam, atau terlalu panas, sebaiknya hentikan sementara konsumsi makanan tersebut. Langkah ini membantu mencegah iritasi bertambah parah dan mempercepat penyembuhan.

Kapan Harus Memeriksakan Sariawan?

Sebagian besar sariawan akan membaik dalam waktu satu hingga dua minggu. Namun, pemeriksaan ke dokter diperlukan apabila sariawan berlangsung lebih dari dua minggu, sering kambuh, berukuran besar, atau disertai keluhan lain yang mengganggu.

Dokter akan mencari penyebab yang mendasari serta memberikan terapi sesuai kondisi, mulai dari obat untuk mengatasi infeksi, mengurangi peradangan, hingga meredakan nyeri. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB