5 PPPK Satpol PP Padang Dipecat Tidak Hormat, Mangkir Kerja dalam Waktu Lama

Penulis -

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satpol PP Padang memberhentikan lima PPPK secara tidak dengan hormat (PTDH), Senin (5/10/2026). (Foto: Satpol PP Padang)

Satpol PP Padang memberhentikan lima PPPK secara tidak dengan hormat (PTDH), Senin (5/10/2026). (Foto: Satpol PP Padang)

Padang, Javanusa—Lima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH), Senin (5/10/2026).

Kelima PPPK tersebut menerima sanksi terberat setelah terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat. Mereka masing-masing berinisial RJ, RDP, AS, JO, dan YHH.

Keputusan itu diumumkan dalam upacara PTDH yang dipimpin Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra.

Chandra menjelaskan, ketidakhadiran kerja dalam waktu sangat lama tanpa keterangan resmi menjadi faktor utama pemberhentian kelima PPPK tersebut.

Menurutnya, tindakan itu melanggar sejumlah ketentuan disiplin dan perjanjian kerja yang mengikat para pegawai.

“Karena yang bersangkutan telah melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal 3 huruf e dan Pasal 4 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil serta Pasal 5 ayat (2) huruf e dan Pasal 5 ayat (3) huruf e Perjanjian Kerja Nomor 870.386/PK-AT PPPK/BKPSDM-PDG/2025 tanggal 30 Juni 2025,” kata Chandra.

Ia menyebut keputusan PTDH tersebut merupakan bagian dari proses administrasi kepegawaian. Proses itu telah melalui pemeriksaan dan penegakan disiplin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

PP Nomor 94 Tahun 2021 mengatur disiplin Pegawai Negeri Sipil. Ketentuan pelaksanaannya kemudian diatur melalui Peraturan BKN Nomor 6 Tahun 2022.

Chandra Ingatkan Anggota Satpol PP Padang

Pemberhentian lima PPPK tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh jajaran Satpol PP Padang.

Chandra meminta setiap aparatur memahami kewajiban dan aturan yang berlaku. Ia menegaskan, pelanggaran disiplin dapat berujung pada sanksi kepegawaian.

“Jangan melongkahi aturan, karena kita diatur oleh aturan yang mengatur. Untuk itu kita harus mematuhi aturan-aturan tersebut. Apabila kita tidak mematuhi aturan, maka sanksi sudah siap menunggu kita,” tegas Chandra.

Baca Juga :  Pemko Pariaman Gandeng Kementerian LHK Dalam Pengelolaan Sampah, Inovasi Sebotik Layak Jadi Percontohan

Ia juga meminta anggota yang masuk kategori rawan melakukan pelanggaran agar lebih berhati-hati. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian sebelum berkembang menjadi pelanggaran yang lebih serius.

“Maka saya ingatkan kepada seluruh anggota agar lebih berhati-hati lagi. Bagi mereka yang berada di lampu kuning, maka berhati-hatilah, jangan sampai ada PTDH lagi,” lanjutnya.

Menurut Chandra, disiplin, integritas, dan profesionalisme menjadi fondasi penting bagi personel Satpol PP.

Tugas tersebut berkaitan langsung dengan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. Satpol PP juga memiliki tanggung jawab menjaga ketenteraman serta ketertiban umum.

Lima PPPK Dilarang Gunakan Atribut Satpol PP

Setelah keputusan PTDH berlaku, kelima PPPK tersebut tidak lagi diperbolehkan menggunakan atribut Satpol PP.

Mereka juga dilarang mengatasnamakan Satpol PP Kota Padang dalam aktivitas apa pun.

“Yakinlah rekan-rekan sekalian, jika kita melaksanakan dan mematuhi aturan maka kita akan selamat. Untuk kelima yang sudah di-PTDH ini, tidak ada lagi yang menggunakan atribut Satpol PP dan jangan sampai mengatasnamakan Satpol PP Padang,” ujar Chandra.

Ia berharap kasus tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh personel. Chandra menekankan pentingnya menjaga disiplin dan menjalankan tugas sesuai aturan agar sanksi serupa tidak kembali terjadi. (*)

Berita Terkait

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru