7.000 UMKM di Padang Belum Bersertifikat Halal, Pemko Percepat Program Sertifikasi Jelang Oktober 2026

Penulis -

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat sertifikasi halal di Rumah Dinas Wali Kota Padang. (Foto: Info Publik)

Rapat sertifikasi halal di Rumah Dinas Wali Kota Padang. (Foto: Info Publik)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjelang pemberlakuan penuh kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026.

Langkah tersebut bertujuan memastikan produk UMKM memenuhi ketentuan regulasi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang menunjukkan sebanyak 7.028 pelaku usaha telah mengantongi sertifikat halal.

Namun, sekitar 7.000 pelaku usaha lainnya masih perlu didorong agar segera menuntaskan proses sertifikasi dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Teddy Antonius, mengatakan percepatan sertifikasi halal menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah sepanjang tahun ini.

“Saat ini sudah 7.028 pelaku usaha yang memiliki sertifikat halal. Namun masih ada sekitar 7.000 pelaku usaha lagi yang perlu kita fasilitasi agar segera mendapatkan sertifikasi,” kata Teddy Antonius, Kamis (4/6/2026).

Sekitar 30 Persen UMKM Belum Bersertifikat Halal

Menurut Teddy, sekitar 30 persen pelaku usaha binaan pemerintah daerah masih belum memiliki sertifikat halal.

Padahal, sertifikasi halal menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Pemko Padang memanfaatkan Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Program tersebut memberi kesempatan kepada UMKM memperoleh sertifikat halal tanpa biaya, terutama bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor kuliner dan produk konsumsi.

Selain memanfaatkan Program Sehati, pemerintah daerah juga memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha agar proses pengurusan sertifikasi berjalan lebih lancar.

Legalitas Usaha Jadi Kendala Utama

Teddy menjelaskan, salah satu kendala yang masih sering muncul ialah belum lengkapnya legalitas usaha, terutama kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang menjadi syarat utama pengajuan sertifikasi halal.

Baca Juga :  Dorong Pembinaan Talenta Muda dan Ekonomi Warga, Fadly Amran Buka Turnamen Bola Voli Antar Kelurahan Koto Tangah

Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk membantu pelaku usaha mengurus legalitas usaha mereka.

“NIB merupakan persyaratan dasar sebelum pelaku usaha mengajukan sertifikasi halal. Kami mendampingi sejak tahap awal agar seluruh dokumen yang dibutuhkan dapat dipenuhi,” ujarnya.

Inkubasi UMKM Perkuat Daya Saing Produk

Tidak hanya berfokus pada sertifikasi halal, Pemko Padang juga menjalankan program inkubasi UMKM yang mencakup pembinaan usaha, pelatihan pengolahan produk, penguatan manajemen bisnis, hingga pemasaran berbasis digital.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah mendorong pelaku usaha agar tidak hanya memenuhi aspek legalitas, tetapi juga meningkatkan kualitas produk serta memperluas jangkauan pemasaran.

“Kami memiliki program inkubasi yang mencakup pembinaan, pelatihan pengolahan makanan, hingga pendampingan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi informasi,” jelas Teddy.

Libatkan Berbagai Pihak untuk Percepatan Sertifikasi

Pemerintah Kota Padang menjalankan percepatan sertifikasi halal secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Upaya tersebut melibatkan Kementerian Agama, BPJPH, Dinas Pariwisata, serta sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya.

Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan mampu mempercepat proses sertifikasi sekaligus membantu pelaku usaha mengatasi berbagai hambatan selama pengajuan.

Sebagai daerah yang dikenal memiliki kekuatan di sektor kuliner, Kota Padang memandang sertifikasi halal sebagai kebutuhan strategis.

Selain memberikan jaminan kepada konsumen, sertifikasi halal juga menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

Pemerintah Kota Padang berharap seluruh pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal segera memanfaatkan fasilitas pendampingan dan berbagai program yang telah tersedia.

Dengan semakin banyak UMKM yang tersertifikasi halal, produk lokal diharapkan semakin kompetitif dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*/red)

Baca Juga :  Ekspor Kosmetik Indonesia Tembus USD 473,8 Ribu, Industri Wellness Jadi Motor Ekonomi Baru

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:55 WIB

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru