Padang, Javanusa—Ratusan relawan yang mengikuti Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang 2026 melaksanakan aksi bersih dan gotong royong (goro) membersihkan sejumlah masjid dan mushala di kawasan Lubuk Minturun, Minggu (14/6/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan sekitar 700 peserta jambore dari berbagai kecamatan di Kota Padang.
Memasuki hari ketiga kegiatan jambore, para relawan menyebar ke sejumlah lokasi untuk melakukan gotong royong. Mereka membersihkan halaman, saluran drainase, area parkir, hingga bagian dalam rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas warga setempat.
Sejak pagi, para peserta terlihat bekerja bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar masjid dan mushalla. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Wujud Kepedulian Sosial Relawan Kebencanaan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan aksi bersih dan gotong royong merupakan bentuk nyata kontribusi relawan KSB di luar tugas penanggulangan bencana.
“Melalui kegiatan aksi bersih dan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian sosial serta memperkuat hubungan antara relawan KSB dengan masyarakat. Relawan kebencanaan tidak hanya bertugas saat terjadi bencana, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak kegiatan positif di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hendri, Jambore KSB Padang 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis relawan. Kegiatan tersebut juga dirancang untuk membangun karakter relawan yang peduli terhadap lingkungan sosial dan memiliki semangat pengabdian yang kuat.
Bangun Budaya Gotong Royong di Masyarakat
Lebih lanjut, Hendri menyebut rumah ibadah memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan warga. Karena itu, perawatan fasilitas ibadah melalui kerja bersama diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Masjid dan mushala merupakan pusat aktivitas masyarakat. Dengan membersihkan dan merawat fasilitas ibadah bersama-sama, kita berharap dapat memberikan manfaat langsung kepada warga sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosial tersebut, para relawan tidak hanya mengasah solidaritas antarpeserta jambore, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat. Langkah itu sekaligus menunjukkan relawan kebencanaan dapat hadir sebagai penggerak berbagai kegiatan sosial yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar. (*/red)






