Padang, Javanusa—Tim ahli dari Shenzhen Bus Group telah menyelesaikan peninjauan lapangan terhadap operasional Trans Padang.
Hasil peninjauan ini membawa catatan penting bagi Pemko Padang dalam rangka mewujudkan transportasi publik yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Tim Shenzhen Bus Group tak hanya mengamati, mereka juga merasakan langsung pengalaman menaiki Trans Padang untuk memahami kondisi riil moda transportasi publik ini.
Baca Juga: Shenzhen Bus Group Jajal Trans Padang untuk Potensi Bus Listrik
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi mengatakan Pemko Padang menyambut baik masukan dari Shenzhen Bus Group dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya.
“Mereka memberikan catatan untuk penyempurnaan dan sudah bisa menganalisa model bus yang cocok untuk di Kota Padang,” kata Didi Aryadi usai rapat bersama Shenzhen Bus Group di Gedung Youth Center, Selasa (23/7/2024).
Didi menyampaikan, sejumlah catatan dari tim seperti jalan relatif sempit, tidak ada koridor atau jalur khusus bagi Trans Padang. Kemudian terkait waktu kedatangan dan tunggu, papan informasi rute dan lainnya.
“Dari beberapa catatan ini tentu kita lihat mana yang bisa kita laksanakan,” jelasnya.
Pada rapat tersebut, tim juga menanyakan terkait kesiapan pasokan listrik. Pemko Padang menjamin pasokan listrik untuk pengoperasian transportasi publik.
Ia menambahkan, saat ini masih menunggu hitungan dari tim terkait anggaran yang dibutuhkan untuk beralih ke transportasi publik bertenaga listrik.
“Hitungan-hitungan ini yang belum disampaikan ke kita. Kalau biaya operasional Trans Padang kan sudah jelas anggarannya sekitar Rp 40 miliar dalam setahun. Jadi kita masih menunggu terkait hal ini,” bebernya.
Didi memastikan, meskipun masih dalam tahap perencanaan, Pemko Padang menunjukkan komitmen yang kuat untuk beralih ke transportasi publik ramah lingkungan.
Hal ini sejalan dengan RPJPD Kota Padang 2025-2045 dan tema HUT Kota Padang ke-355, yaitu “Sinergitas Blue Economy dan Green Economy”.
“Kita upayakan ke depan transportasi publik di Kota Padang menjadi ramah lingkungan menuju ekonomi hijau,” pungkas Didi. (jn01)






