Pemerintah Percepat Rehabilitasi dan Relokasi 112.551 Rumah Terdampak Bencana di Sumatera

Penulis -

Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY serta Menteri PU Dody Hanggodo di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kamis (11/12/2025). (Foto: Kementerian PKP)

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY serta Menteri PU Dody Hanggodo di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kamis (11/12/2025). (Foto: Kementerian PKP)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah mempercepat penanganan perumahan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Fokus utama diarahkan pada rehabilitasi, rekonstruksi, serta relokasi rumah yang berada di kawasan rawan bencana.

Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kamis (11/12/2025).

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan, berdasarkan pendataan sementara, jumlah rumah terdampak bencana mencapai 112.551 unit. Angka tersebut masih bersifat dinamis karena proses verifikasi lapangan terus berlangsung.

“Setelah data lengkap dan terverifikasi, penanganan akan masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Maruarar.

Ia menjelaskan, Kementerian PKP bersama BNPB, satgas daerah, dan pemerintah daerah telah memetakan lokasi relokasi yang dinilai aman dan layak.

Di Aceh, delapan titik relokasi telah diidentifikasi di sejumlah kabupaten terdampak, mulai dari Aceh Utara hingga Aceh Tamiang.

Sementara di Sumatera Utara, delapan lokasi relokasi tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Deli Serdang, Sibolga, hingga Kota Padangsidimpuan. Adapun di Sumatera Barat, lima lokasi tengah dikaji di Kota Padang, Kota Solok, dan Kota Padang Panjang.

Menurut Maruarar, relokasi tidak hanya mempertimbangkan aspek keamanan geologis dan legalitas lahan, tetapi juga keberlanjutan kehidupan warga.

Akses terhadap sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, serta ekosistem sosial dan ekonomi menjadi bagian penting dalam penentuan lokasi.

“Kami mengupayakan lokasi yang tidak terlalu jauh dari ekosistem kehidupan masyarakat agar proses pemulihan berjalan lebih cepat,” katanya.

Untuk mendukung percepatan rekonstruksi, Kementerian PKP telah menyiapkan panel Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) hasil produksi UMKM. Saat ini tersedia 470 unit di Medan dan 140 unit di Bandung.

Baca Juga :  Pastikan Kesiapan Sebagai Tuan Rumah MTQ, Pemkab Solsel Gelar Pertemuan dengan Kemenag

“Jika kebutuhan sudah dihitung secara detail, kekurangannya akan segera kami pesan, termasuk stok cadangan,” ujar Maruarar.

Selain itu, Kementerian PKP juga berkoordinasi dengan PT Semen Indonesia Group untuk membahas standar konstruksi, mencakup kapasitas produksi, kualitas material, harga, sistem struktur, hingga waktu pemasangan guna memastikan bangunan yang kuat dan efisien.

Penanganan rumah terdampak nantinya akan dibagi ke dalam tiga kategori, yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Setiap kategori akan mendapatkan pendekatan teknis dan pembiayaan yang berbeda.

“Kami harus memastikan data akurat karena itu menentukan apakah rumah dibangun baru atau cukup direnovasi. Penyusunan RAB membutuhkan ketelitian tinggi,” kata Maruarar.

Di akhir pertemuan, ia juga menyampaikan adanya dukungan dari masyarakat dan lembaga sosial. Salah satunya, Yayasan Buddha Tzu Chi yang menyatakan kesiapan membangun 2.000 unit rumah bagi korban bencana.

“Ini bentuk gotong royong nasional dalam membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru