Undip-RS Kariadi Akui Perundungan Terjadi di Pendidikan Dokter Spesialis

Penulis -

Sabtu, 14 September 2024 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dekan FK Undip Yan Wisnu Prakojo dan Direktur Layanan Operasional RS Kariadi Mahabara Yang Putra mengakui ada perundungan di PPDS, Jumat (13/9/2024). (Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng)

Dekan FK Undip Yan Wisnu Prakojo dan Direktur Layanan Operasional RS Kariadi Mahabara Yang Putra mengakui ada perundungan di PPDS, Jumat (13/9/2024). (Foto: Afzal Nur Iman/detikJateng)

Jakarta, Javanusa—Universitas Diponegoro (Undip) mengakui adanya kasus bullying atau perundungan di dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Pengakuan itu disampaikan saat berada dalam satu forum bersama anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago.

“Kami menyadari sepenuhnya, kami menyampaikan, dan kami mengakui bahwa di dalam sistem pendidikan dokter spesialis di internal kami terjadi praktik-praktik atau kasus-kasus perundungan dalam berbagai bentuk, dalam berbagai derajat, dalam berbagai hal,” kata Dekan FK Undip Yan Wisnu di aula FK Undip, Tembalang, Semarang, dikutip dari detik.com, Jumat (13/9/2024).

Yan juga meminta arahan kepada berbagai pihak agar mereka bisa melakukan pembenahan. Selain itu, dia berharap pemerintah bisa memberikan izin agar Undip bisa melanjutkan pendidikan dokter spesialis.

Dan ketiga, kami mohon dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk kami dapat melanjutkan proses pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Undip, khususnya adalah prodi anestesi dan intensive care,” ujarnya.

Senada dengan Undip, Direktur Layanan Operasional RS Kariadi, Mahabara, juga mengakui RS Kariadi ikut bertanggung jawab dalam perundungan yang terjadi.

Dia menyebut, sorotan terkait bullying di PPDS tersebut bisa menjadi momentum untuk melakukan perbaikan.

“Kami sebagai wahana RS pendidikan tidak lepas dari kekurangan dan kealpaan ketika terjadi perundungan. Kami mengatakan bahwa turut bertanggung jawab dalam proses pendidikan dokter spesialis tersebut,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dugaan praktik bullying di PPDS ini menyeruak setelah meninggalnya dr Aulia Risma Lestari, mahasiswi PPDS Undip. Dugaan perundungan ini sudah dilaporkan pihak keluarga dr Aulia ke Polda Jateng. (*)

Baca Juga :  Putih Telur vs Kuning Telur, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru