Padang, Javanusa—Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir mengungkapkan sinergi antara Lembaga Pengelolaah Sampah (LPS) dengan Bank Sampah jadi salah satu kunci untuk mewujudkan Kota Padang bebas sampah.
Hal itu disampaikannya pada saat memimpin Rapat Koordinasi Pengurangan Sampah bersama pengurus Bank Sampah dan LPS se-Kota Padang di Ruang Bagindo Aziz Chand, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (19/5/2025).
“Sinergi dan kerja sama antara LPS dengan Bank Sampah adalah hal wajib. Kita tentu tidak ingin Padang Darurat Sampah. Cita-cita Bapak Wali Kota yang tertuang dalam visi misi adalah menggerakkan segala potensi yang ada, dalam kebersihan ini adalah optimalisasi peran LPS dan Bank Sampah,” katanya.
Baca Juga: 15 LPS Kelurahan di Kecamatan Lubeg Terbentuk, 12 Sudah Kontrak dengan DLH
Perlu visi dan nita dari semua pihak untuk memastikan Kota Padang bebas sampah. Dari sisi Pemko, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dengan mengusung semangat Adipura.
“Semangat Adipura ini juga yang kemudian membuat pengelolaan terkait kebersihan kota ini sekarang kita pusatkan di DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Jadi tidak terpisah lagi, kebersihan pasar, kebersihan tempat pariwisata, dan kebersihan taman, semuanya kita pusatkan di bawah komando DLH,” ulasnya.
Untuk mengotimalkan fungsi LPS, Pemko Padang juga menunjukkan dukungan penuh dari sisi penganggaran. Pada APBD Perubahan 2025 ini disiapkan anggaran senilai Rp 6,3 miliar untuk menambah becak motor (bentor) LPS.
Baca Juga: Petugas Kebersihan DLH Raih Hadiah Umrah dari KPN Balai Kota Padang
“Kita menyiapkan akan ada tambahan sebanyak 152 bentor untuk LPS yang ada agar pengoperasiannya lebih maksimal,” katanya.
Target 2028: Hanya 10 Persen Sampah ke TPA
Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta mengungkapkan Kota Padang menghasilkan 750 ton sampah setiap harinya. Karena itu perlu pemilihan sampah dari sumbernya. Tidak kalah penting adalah penanganan dan pengurangan sampah.
“Dalam hal penanganan sampah, LPS adalah garda terdepan. Kemudian untuk pengurangan sampah Bank Sampah jadi garda terdepan,” ujarnya.
Baca Juga: 15 LPS Kelurahan di Kecamatan Lubeg Terbentuk, 12 Sudah Kontrak dengan DLH
Berdasarkan rencana yang sudah disusun DLH untuk tiga tahun ke depan, hanya 10 persen dari total sampah yang ditimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Dari 750 ton sampah setiap harinya, sebanyak 250 ton sampah dikompos, 75 ton untuk manggot, 200 ton RDF anorganik, dan 150 ton daur ulang anorganik. Hasilnya hanya 75 ton sampah yang ditimbun di TPA,” pungkas Fadelan. (*/red)






