Pariaman Usulkan Tabuik Masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Penulis -

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima kunjungan Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumbar, Jumat (25/7/2025). (Foto: Kominfo Pariaman)

Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima kunjungan Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumbar, Jumat (25/7/2025). (Foto: Kominfo Pariaman)

Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kota Pariaman mulai memproses pengusulan Festival Tabuik sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO.

Langkah awal dimulai dengan kunjungan Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat ke Balaikota Pariaman, Jumat (25/7/2025).

Tim BPK berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan RI dan dipimpin oleh Ketua Tim Kerja WBTB, Hasanadi. Rombongan turut beranggotakan Efrianto, Sefiani Rozalina, Kadril, Rahma Dona, dan Yudha Abirangga.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyambut kedatangan tim tersebut di ruang kerjanya, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Emri Joni serta Kasubag Umum dan Program Srinely Osya.

Tabuik, Simbol Identitas Budaya dan Regenerasi Tradisi

Dalam pertemuan itu, Yota menyampaikan usulan menjadikan Tabuik sebagai WBTB UNESCO merupakan inisiatif Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Gagasan itu muncul setelah peresmian Museum Budaya Pariaman dan puncak acara Hoyak Tabuik 2025.

“Tradisi Tabuik bukan sekadar perayaan budaya. Ia sarat nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang mengakar kuat di masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pariaman, kata Yota, telah menjadikan perayaan Tabuik sebagai agenda tahunan yang melibatkan generasi muda. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan tradisi sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini.

“Tabuik mencerminkan semangat gotong royong, religiusitas, dan identitas masyarakat Pariaman. Dengan dukungan pemerintah pusat dan partisipasi masyarakat, kami optimistis Tabuik dapat diakui UNESCO,” tegasnya.

Skema Join Nomination Jadi Jalur Cepat ke UNESCO

Sementara itu, Hasanadi menegaskan pengusulan ke UNESCO membutuhkan proses yang panjang dan seleksi ketat.

Setiap negara hanya dapat mengajukan satu nominasi setiap dua tahun, dan harus dilengkapi kajian akademik serta dokumentasi lengkap.

Menurutnya, peluang akan terbuka lebih cepat jika Tabuik diajukan melalui skema extension atau joint nomination. Yakni pengajuan bersama dengan negara lain yang memiliki budaya serupa.

Baca Juga :  Buya Salmadanis Jadi Khatib Shalat Idul Adha 1446 H di Balai Kota Padang

“Jika lewat jalur biasa, Tabuik baru bisa diajukan pada 2033. Tapi lewat jalur extension, bisa diajukan tahun depan. Kita tinggal mencari budaya serupa di negara lain untuk proses multinasional ini,” jelas Hasanadi.

Ia juga menambahkan, hingga kini Indonesia telah mencatatkan 15 elemen budaya dalam daftar WBTB UNESCO, seperti wayang, batik, keris, dan pantun.

“Masuknya Tabuik akan memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang kaya budaya. Pariaman juga berpeluang menjadi tujuan wisata budaya internasional,” tutupnya. (*/red)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Fadly Amran Minta Pembangunan SDN 01 Pasar Laban Dipercepat, Mitigasi Banjir Diperkuat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kabut Asap, Disdikbud Padang Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh 9–10 Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Buka CSC Lustrum XII SMK SMTI Padang, Maigus Nasir Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Bunda PAUD Padang Dorong Pengenalan Manasik Haji Sejak Usia Emas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Porsematik 32 SMPN 32 Padang Ditutup, Maigus Nasir Dorong Siswa Kejar Prestasi

Rabu, 30 September 2026 - 16:22 WIB

Guru TK Aisyiyah Padang Didorong Manfaatkan AI untuk Perkuat Kreativitas Mengajar

Selasa, 29 September 2026 - 18:01 WIB

Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Dibuka, Tawarkan Beasiswa 100 Persen

Selasa, 22 September 2026 - 08:17 WIB

340 Warga Sumbar Terima Beasiswa Sawit, Mahyeldi: Jangan Sia-siakan Kesempatan

Berita Terbaru