Dibuka Bupati Hendrajoni, BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Shelter Tsunami Ampiang Parak

Penulis -

Minggu, 24 Agustus 2025 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pessel, Hendrajoni saat menyampaikan sambutan. (Foto: Dok BPBD)

Bupati Pessel, Hendrajoni saat menyampaikan sambutan. (Foto: Dok BPBD)

Pessel, Javanusa—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Gedung Shelter Tsunami Nagari Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Pessel Hendrajoni itu, bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi dan tsunami yang rawan terjadi di daerah tersebut.

Ikut mendampingi bupati saat itu Kepala Pelaksana  (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Yuskardi.

Bupati Pessel, Hendrajoni dalam sambutannya menyampaikan pemahaman dan kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.

“Pesisir Selatan berada di kawasan rawan bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. Berdasarkan hal itu, maka pemahaman masyarakat menjadi kunci dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Hendrajoni.

Ia menjelaskan Pemkab Pessel akan terus mendukung berbagai program mitigasi bencana yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat.

“Kami akan pastikan koordinasi antara BMKG, BPBD, dan masyarakat berjalan optimal,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar warga Nagari Ampiang Parak selalu waspada dan tidak mengabaikan informasi dari alat peringatan dini yang ada, karena keselamatan adalah prioritas utama.

Direktur Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, yang hadir dalam kesempatan itu juga memberikan sambutan dan paparan terkait pentingnya mitigasi bencana gempa dan tsunami.

Ia menjelaskan pendidikan mitigasi bencana melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi merupakan strategi efektif untuk mengurangi dampak korban saat bencana terjadi.

“Kami percaya dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam penyelamatan diri dan lingkungan sekitar,” katanya.

Ia mengungkapkan, Sekolah Lapang juga menjadi sarana bagi BMKG untuk mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam penanggulangan bencana.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Pessel Dani Sopian Dukung Pemekaran DOB Renah Indojati

Melalui  kegiatan itu, ia mengharapkan Nagari Ampiang Parak bisa menjadi contoh oleh daerah lain dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa terjadi di Pesisir Selatan.

Anggota Komisi V DPR RI, Zico Rolanda, yang juga turut hadir secara daring, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan edukasi kebencanaan, yang dianggap krusial untuk membangun ketahanan masyarakat di daerah rawan bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pessel, Yuskardi ketika ditanya Javanusa.com menyampaikan ada 50 peserta dari masyarakat Nagari Ampiang Parak mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka mendapatkan berbagai materi edukasi, termasuk pengenalan tentang gempa bumi, tsunami, serta langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan saat bencana melanda.

Para peserta juga dikenalkan dengan produk dan alat peringatan dini yang dikembangkan oleh BMKG, yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil tindakan cepat saat terjadi tanda-tanda bencana.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami teori, tapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat terjadi gempa atau tsunami,” harapnya. (sus)

Berita Terkait

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB