Padang, Javanusa—Penilaian Padang Rancak Award 2026 terus berlangsung. Tiga bank sampah yang lolos tahap akhir kini bersaing ketat memperebutkan gelar terbaik di Kota Padang.
Ketiga bank sampah tersebut yakni Bank Sampah Ampang Saiyo, Bank Sampah Pasie Nan Tigo, serta Bank Sampah Asy Syifa. Tim juri telah mengunjungi seluruh peserta pada Sabtu (2/5/2026).
Salah seorang juri, Syaifuddin Islami, menyebut setiap bank sampah memiliki karakter dan keunggulan berbeda. Ia juga menilai masing-masing memiliki kekurangan yang menjadi bahan evaluasi.
“Ketiganya berdiri pada waktu berbeda. Yang paling lama beroperasi adalah Bank Sampah Asy Syifa di Gunung Pangilun,” ujar Syaifuddin, Senin (4/5/2026).
Perbedaan Sumber Pendanaan dan Pengelolaan
Syaifuddin menjelaskan, dua bank sampah beroperasi dengan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara itu, satu bank sampah berjalan secara mandiri dengan partisipasi masyarakat.
Bank Sampah Asy Syifa menjadi contoh pengelolaan mandiri. Pengurus mengembangkan bank sampah tersebut melalui keterlibatan warga sekitar secara aktif.
“Bank Sampah Asy Syifa unggul pada penabungan sampah. Mereka juga mengelola sampah organik dengan komposter dan mendaur ulang gelas plastik,” jelasnya.
Selain itu, penyebaran bank sampah di wilayah tersebut cukup merata dalam satu kelurahan. Ketua RW setempat turut mendorong inovasi melalui program sedekah sampah dan pengolahan di tingkat dasawisma.
Keunggulan Bank Sampah Berbasis CSR
Di sisi lain, Bank Sampah Pasie Nan Tigo fokus pada pengolahan sampah daur ulang menjadi kerajinan. Pengelola memanfaatkan dukungan CSR dari PLN dengan nilai bantuan yang cukup besar.
“Fungsi penabungan sampah berjalan dengan baik di sini,” ungkap Ketua ASOBSI Sumbar tersebut.
Bank Sampah Ampang Saiyo juga menerima dukungan CSR dari PLN. Bantuan tersebut mencakup pembangunan fasilitas hingga penyediaan bentor operasional.
“Bank sampah ini melayani satu kelurahan. Selain itu, usianya paling muda dibanding dua lainnya,” tambah Syaifuddin.
Pengumuman Pemenang Segera Digelar
Saat ini, tim juri masih melakukan penilaian terhadap ketiga finalis. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang akan mengumumkan pemenang pada 6 Mei mendatang.
Penilaian ini diharapkan mampu mendorong inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Padang. (*/red)






