Jakarta, Javanusa—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kaukus Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendeklarasikan kolaborasi bersama melawan penyakit demam berdarah (DBD) di Indonesia. Kolaborasi bernama KOBAR Lawan Dengue ini diluncurkan pada Jumat (8/9/202) di DPR RI, Jakarta.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengatakan koalisi bersama lawan dengue merupakan gabungan dari seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah. Dengan tujuan untuk mempercepat target bersama mencapai nol kematian akibat dengue di tahun 2030 (zero dengue death by 2030).
“Percepatan dilakukan mengingat karakteristik penularan nyamuk dengue telah berubah. Jika dulunya nyamuk dengue lebih banyak ditemui saat musim hujan, maka kini apapun musimnya nyamuk dengue tetap bisa ditemukan. Perubahan inilah yang menyebabkan kasus dengue di Indonesia terus meningkat setiap tahun,” kata Wamenkes dalam keterangan persnya.
Wamenkes mengungkapkan kenaikan ini tidak hanya terjadi pada kasus dengue, tapi juga terjadi pada kasus kematian. Tercatat, di tahun 2018 case fatality rate sebesar 0,71% meningkat jadi 0,86% di tahun 2022.
Mengantisipasi terjadinya kenaikan kasus yang lebih tinggi, pemerintah telah menggalakkan gerakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). G1R1J merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mengendalikan penyakit vektor di lingkungan rumahnya sendiri.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






