Perkuat Sinergi dengan Pelanggan, Trakindo Hadirkan Trakindo Fest 2025  

Penulis -

Kamis, 25 September 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Trakindo Utama (Trakindo) menghadirkan pameran yang menampilkan alat berat menjadi karya seni melalui konsep “The Gallery Walk”, yang memadukan bisnis dengan pengalaman interaktif dan artistik.

PT Trakindo Utama (Trakindo) menghadirkan pameran yang menampilkan alat berat menjadi karya seni melalui konsep “The Gallery Walk”, yang memadukan bisnis dengan pengalaman interaktif dan artistik.

Padang, Javanusa—PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat Caterpillar di Indonesia kembali menggelar rangkaian Trakindo Fest 2025.

Acara yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat, Kamis (24/9), menjadi kota ke-11 dari 12 rangkaian penyelenggaraan tahun ini.

Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat sinergi perusahaan dengan pelanggan melalui pengalaman yang lebih personal dan interaktif.

General Manager Sumatera PT Trakindo Utama Heintje Sekeh menegaskan Trakindo terus membangun sinergi dengan pelanggan dan pemerintah daerah. Melalui Trakindo Fest, pelanggan dapat mengakses produk, layanan serta solusi terbaik Caterpillar dengan lebih mudah di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami percaya upaya ini adalah cara terbaik untuk memahami potensi dan kebutuhan solusi alat berat di setiap wilayah, sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Kami pun berharap agar upaya ini bisa memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan daerah di setiap wilayah yang kami kunjungi,” jelas Heintje Sekeh.

Menyambut hadirnya Trakindo Fest 2025 di Padang, Hari Yanto, perwakilan PT Sumatera Sumber Mineral sekaligus pelanggan Trakindo, turut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini.

“Bagi kami yang bergerak di industri pertambangan, keberadaan Trakindo Fest sangat membantu karena memberikan kesempatan untuk melihat langsung produk terbaru serta berdiskusi mengenai solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional kami. Konsep acaranya juga menarik dan interaktif, sehingga kami bisa mendapatkan informasi secara lebih mudah dan menyenangkan. Kami berharap Trakindo dapat terus menghadirkan kegiatan serupa di berbagai daerah, agar semakin banyak pelaku industri yang bisa merasakan manfaatnya,” ujar Hari Yanto.

Lebih lanjut mengenai potensi wilayah, Sumatera Barat sendiri dikenal memiliki potensi besar di berbagai sektor. Mulai dari konstruksi, pertambangan, hingga perkebunan. Kehadiran Trakindo Fest 2025 di Padang menjadi langkah strategis untuk mendukung kebutuhan industri di wilayah ini, sekaligus membuka ruang diskusi dan peluang kerjasama baru dengan pelanggan.

Baca Juga :  5 Usaha Rumahan Bermodal Tepung, Bisa Untung Segunung

Division Head Construction & Forestry Agriculture PT Trakindo Utama, Palti Timeyer Hutajulu menyampaikan penyelenggaraan Trakindo Fest 2025 ditargetkan dapat mencakup wilayah barat hingga timur Indonesia dengan pelaksanaan di 12 kota besar Indonesia, meliputi Tabalong, Lampung, dan berbagai kota besar lainnya di Indonesia.

Dalam acara ini, Trakindo menghadirkan konsep The Gallery Walk, di mana pengunjung bisa mengeksplorasi instalasi, lukisan, dan foto artistik yang merepresentasikan alat berat Caterpillar sebagai karya seni.

“Masing-masing karya juga kami lengkapi QR code yang langsung menghubungkan pengunjung dengan PIC cabang terkait, sehingga diskusi bisnis bisa dilakukan dengan lebih cepat dan praktis. Selain itu, kami juga menyiapkan tim sales dari setiap sektor industri yang siap memberikan informasi produk dan solusi secara langsung,” ungkap Palti Timeyer Hutajulu.

Selain galeri utama, pengunjung juga dapat melihat langsung dua unit alat berat unggulan yang ditampilkan secara eksklusif, seperti Cat 320 GX, 313 LGP, 307, atau 305.5E2. Tak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan menyaksikan lebih dekat Dozer Cat D6 GC edisi spesial 100 tahun Caterpillar yang hanya diproduksi sebanyak 10 unit di dunia, dengan warna abu-abu khas unit Cat sebelum beralih ke warna kuning.

Untuk menciptakan suasana yang lebih hangat, acara ini turut menghadirkan stand-up comedian yang memperkenalkan produk secara ringan dan menghibur. Pengunjung yang mengunduh dan memasang Trakindo Customer App selama acara juga berkesempatan mendapatkan freebies menarik di booth yang tersedia.

Penyelenggaraan Trakindo Fest tahun ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan momentum 100 tahun Caterpillar.

Selain itu, hadirnya kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian perayaan 100 tahun Caterpillar, sebuah tonggak penting yang diraih melalui perjalanan panjang bersama pelanggan dan mitra di seluruh dunia.

Baca Juga :  Produk Halal Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp21 Miliar di Halal Expo Canada 2026

Selama satu abad, Caterpillar selalu berinovasi, dan bersama Trakindo akan terus berkomitmen untuk memberikan berbagai solusi baru dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan guna mendukung kemajuan pelanggan di Indonesia.

Rangkaian Trakindo Fest 2025 akan terus berlanjut ke kota lainnya di Indonesia sepanjang tahun untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Momentum peringatan 100 tahun Caterpillar ini pun menjadi kesempatan istimewa bagi kami untuk merayakannya bersama pelanggan untuk terus mendukung perjalanan bisnis mereka menuju keberlanjutan, menghadirkan inovasi secara konsisten, serta membangun kolaborasi demi menciptakan dampak positif yang lebih luas,” tutup Palti Timeyer Hutajulu. (*/red)

Berita Terkait

Pulihkan Usaha Pembudidaya di Solok, Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan
Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru