Uji B50 di Sektor Pertambangan Tunjukkan Performa Stabil hingga 900 Jam Operasi, Konsumsi BBM Naik Tipis

Penulis -

Rabu, 8 April 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian ESDM mencatat hasil positif dari uji penggunaan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) pada sektor alat berat pertambangan. (Foto: Kementerian ESDM)

Kementerian ESDM mencatat hasil positif dari uji penggunaan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) pada sektor alat berat pertambangan. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan hasil sementara uji penggunaan biodiesel 50 persen (B50) pada alat berat sektor pertambangan menunjukkan kinerja stabil, tanpa gangguan signifikan pada mesin hingga lebih dari 900 jam operasi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan pengujian B50 pada mesin diesel yang masih berlangsung menunjukkan performa operasional dan teknis yang baik.

“Secara umum, hasil sementara uji penggunaan B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan performa yang stabil dan tidak ditemukan gangguan signifikan pada mesin,” ujar Eniya.

Pengujian dilakukan secara komprehensif, meliputi kualitas bahan bakar, kinerja mesin, ketahanan operasional, hingga stabilitas penyimpanan. Hingga akhir Maret 2026, uji ketahanan dinamis telah melampaui 900 jam operasional tanpa indikasi gangguan mesin yang disebabkan oleh bahan bakar.

Dari sisi pelaku usaha, PT Harmoni Panca Utama (HPU) juga melakukan pengujian lapangan dengan membandingkan penggunaan B40 dan B50 pada dua unit alat berat Komatsu HD785. General Manager Plant HPU, Rochman Alamsjah, menyebut pengujian telah berlangsung hampir 1.000 jam.

“Saat ini kita sudah running kurang lebih 1000 jam dengan membandingkan performa dua unit HD785 Komatsu yang satu mengkonsumsi B40 dan yang lainnya mengkonsumsi B50. Sejauh ini hingga mendekati hour meter 1000 jam performa mesin tidak menjadi masalah,” ujar Rochman.

Ia menambahkan terdapat catatan berupa konsumsi bahan bakar B50 yang lebih tinggi sekitar 1–3 persen dibandingkan B40, namun masih dalam batas operasional yang dapat diterima.

Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa B50 memenuhi spesifikasi teknis yang telah disepakati, termasuk parameter kandungan air, stabilitas oksidasi, dan kandungan FAME.

Baca Juga :  Delegasi Kota Padang Meriahkan Karnaval Budaya Nusantara di Rakernas APEKSI Balikpapan

Temuan ini menunjukkan kesiapan teknis B50 untuk digunakan pada sektor non-otomotif dengan beban kerja tinggi seperti pertambangan.

Secara operasional, peningkatan konsumsi bahan bakar tercatat sekitar 3,12 persen dibandingkan B40. Meski demikian, peningkatan tersebut tidak memengaruhi produktivitas alat berat secara signifikan selama pengujian berlangsung.

B50 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen biodiesel (B100) berbasis minyak nabati, seperti kelapa sawit, dan 50 persen solar (B0).

Kebijakan ini merupakan bagian dari mandatori biodiesel nasional untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil.

Pengembangan B50 melanjutkan implementasi B40 yang telah diterapkan secara nasional sejak awal 2025. Pemerintah menyebut program ini berdampak pada pengurangan emisi gas rumah kaca, penghematan devisa dari impor solar, serta peningkatan serapan minyak sawit domestik.

Ke depan, pemerintah akan melanjutkan pengujian B50 pada berbagai sektor lain, termasuk transportasi, pembangkit listrik, kereta api, dan alat mesin pertanian. Hasil pengujian ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan standar teknis implementasi B50 secara nasional. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru