INNOPROM 2026 Jadi Panggung Strategis Inovasi dan Daya Saing Industri Indonesia

Penulis -

Jumat, 21 November 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat persiapan nasional dalam rangka partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026, ajang pameran industri terbesar di Rusia.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kemenperin menggelar Business Dialogue Road to INNOPROM 2026 di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 merupakan kesempatan strategis untuk menunjukkan kekuatan sektor manufaktur nasional.

“Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country merupakan momentum penting untuk menampilkan kemampuan, inovasi, dan daya saing industri nasional di hadapan komunitas global. Kami ingin memastikan kehadiran Indonesia bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis dengan visi yang jelas terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri inklusif,” ungkap Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/11).

Pintu Masuk Perluasan Pasar dan Kerja Sama Industri

Selanjutnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Syahroni Ahmad menjelaskan INNOPROM menjadi pintu masuk penting bagi Indonesia untuk memperluas pasar dan memperkuat kemitraan industri dengan Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).

“Sebagai Partner Country 2026, Indonesia akan memanfaatkan platform ini untuk mendorong kerja sama industri dan investasi, memperkuat hubungan business-to-business dan government-to-government, serta mempromosikan kemampuan teknologi dan kreativitas Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan langkah ini sejalan dengan strategi Kemenperin dalam mempercepat transformasi menuju negara industri maju melalui hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.

Hingga triwulan III/2025, ekspor manufaktur nonmigas Indonesia mencapai USD167,85 miliar, atau berkontribusi 81% dari total ekspor nasional. Selain itu, sektor manufaktur nonmigas menyumbang 17,39% PDB nasional pada periode yang sama.

Berdasarkan indikator Manufacturing Value Added (MVA), Indonesia berada pada peringkat ke-13 dunia dan tertinggi di Asia Tenggara pada 2024, dengan nilai MVA mencapai USD265 miliar atau dua kali lipat dari Thailand.

Baca Juga :  Uji B50 di Sektor Pertambangan Tunjukkan Performa Stabil hingga 900 Jam Operasi, Konsumsi BBM Naik Tipis
Perkuat Kemitraan dengan Rusia dan Kawasan CIS

Syahroni menuturkan hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia memiliki potensi yang semakin besar. Perdagangan bilateral pada 2024 mencapai USD3,98 miliar, sementara total investasi Rusia di Indonesia mencapai USD262,8 juta.

“Terdapat peluang besar untuk ekspansi kerja sama pada sektor pangan dan pertanian, farmasi dan alat kesehatan, shipbuilding, chrysotile, pupuk, hingga industri metalurgi,” ujarnya.

Indonesia juga berkomitmen mendorong penyelesaian Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU-FTA) untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas.

“Kami berharap pada 2026, Indonesia tampil sebagai negara dengan visi yang kuat, strategi terarah, serta kesiapan sektor industri yang kompetitif dan berorientasi masa depan,” tambah Syahroni.

Kemenperin mendorong agar forum Business Dialogue dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pelaku industri untuk memperkuat jaringan, menjajaki peluang kerja sama, serta menunjukkan kapasitas dan keunggulan industri dari berbagai daerah. (*/red)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB