197 Titik Lahan Disiapkan untuk Pembangunan Huntap Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Penulis -

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan keterangan pers di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Kementerian PKP)

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan keterangan pers di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Kementerian PKP)

Banda Aceh, Javanusa—Pemerintah menyatakan siap membangun hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah, terutama Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam rapat Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Rapat membahas kesiapan teknis, data, dan lokasi relokasi pascabencana.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana, Sufmi Dasco Ahmad. Hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menjabat Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana.

Kemudian pimpinan dan anggota DPR RI antara lain Cucun Ahmad Syamsurijal, Nazaruddin Dek Gam, Abdul Wachid, Andi Iwan Darmawan Aras, dan Kawendra Lukistian.

Dari unsur pemerintah, hadir Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti juga mengikuti rapat untuk memastikan sinkronisasi data.

Selain itu, hadir juga perwakilan TNI dan Polri, BNPB, BPKP, BUMN, hingga Utusan Khusus Presiden. Komposisi ini menegaskan pendekatan terpadu dalam pemulihan pascabencana.

Tahapan Pembangunan Huntap Sudah Lengkap

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan seluruh tahapan pembangunan hunian tetap telah disiapkan secara komprehensif. Proses mencakup penetapan lokasi clear and clean, data by name by address (BNBA), hingga detail engineering design (DED).

“Kami sudah siap. Saat ini kami berada di tahap paling ujung, yaitu pembangunan hunian tetap,” ujar Maruarar dalam rapat tersebut.

Berdasarkan data sementara per Jumat (9/1/2026) pukul 17.00 WIB, total rumah terdampak di tiga provinsi mencapai sekitar 189.308 unit. Angka ini mencakup kerusakan ringan hingga rumah hanyut.

Di Aceh, tercatat 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rusak sedang, dan 29.527 rusak berat. Sebanyak 13.969 rumah dilaporkan hanyut akibat bencana.

Baca Juga :  Bulog-Pemko Padang Panjang Bahas Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan

Sementara di Sumatera Utara terdapat 18.341 rumah rusak ringan, 3.616 rusak sedang, 5.149 rusak berat, dan 937 rumah hanyut. Adapun di Sumatera Barat tercatat 6.627 rusak ringan, 2.842 rusak sedang, 2.666 rusak berat, dan 791 rumah hanyut.

Kesiapan Lahan Relokasi Huntap

Pemerintah juga menyiapkan lahan relokasi di berbagai daerah terdampak. Di Provinsi Aceh, terdapat 153 titik lahan yang berasal dari pemda, negara, BUMN, BUMD, swasta, dan hasil identifikasi lapangan.

Total luas lahan relokasi di Aceh mencapai 473,09 hektare dengan potensi pembangunan hingga 28.311 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 24 titik lahan telah diverifikasi dan dinyatakan layak bangun.

Di Sumatera Utara disiapkan 16 lokasi relokasi seluas 58 hektare. Sementara Sumatera Barat memiliki 28 lokasi relokasi dengan luas sekitar 53 hektare.

Menteri PKP menegaskan pembangunan huntap harus memenuhi tiga kriteria utama. Pertama, lokasi harus aman dari risiko banjir, tsunami, dan longsor.

Kedua, lahan tidak bermasalah secara hukum. Ketiga, lokasi harus dekat dengan ekosistem kehidupan warga, seperti tempat kerja, sekolah, ladang, dan pasar.

Target Mulai Pembangunan Februari 2026

Untuk mempercepat pemulihan, Maruarar mengusulkan percepatan penganggaran dan pengadaan barang jasa. Pemerintah menargetkan pembangunan huntap dapat dimulai pada Februari 2026.

“Kami siap memulai dari Aceh Tamiang, yang sudah lebih dulu menyampaikan surat kesiapan,” kata Maruarar.

Menteri PKP juga menekankan pentingnya penggunaan satu data nasional. Menurutnya, data final dari BPS menjadi dasar utama agar tidak terjadi perbedaan angka antarinstansi. “Satu data ini kunci agar semua langkah terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujar Maruarar. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru