Javanusa.com—Peluang Korea Selatan melaju ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A.
Hasil itu membuat Taeguk Warriors kehilangan kendali atas nasib mereka sendiri dan kini hanya bisa berharap pada hasil pertandingan tim lain.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Hong Myungbo. Sebelum laga dimulai, Korea Selatan masih menentukan nasibnya sendiri.
Namun, 90 menit kemudian situasinya berubah drastis setelah gagal mengamankan poin.
Sepanjang pertandingan, Korea Selatan sebenarnya menguasai sekitar 60 persen penguasaan bola.
Meski demikian, Afrika Selatan tampil lebih efektif dengan menciptakan lebih banyak peluang dan mencetak gol penentu kemenangan. Di sisi lain, lini serang Korea Selatan kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Bek Korea Selatan, Lee Hanbeom, mengakui timnya kembali dihukum oleh kesalahan yang sama seperti pada pertandingan sebelumnya.
“Dalam sepak bola, meskipun Anda menguasai bola dalam persentase yang tinggi dan mengendalikan jalannya pertandingan, kebobolan satu gol bisa membuat Anda kalah pada akhirnya. Anda tidak pernah bisa memprediksi hasil sebuah pertandingan sepak bola,” ujar Lee kepada FIFA seusai laga.
Duel Individu Jadi Titik Lemah
Lee menilai kegagalan memenangi duel satu lawan satu dan bola kedua menjadi faktor utama yang membuat Korea Selatan kembali kehilangan poin.
Menurut bek FC Midtjylland itu, kelemahan tersebut sudah terlihat saat timnya kalah 0-1 dari Meksiko dan kembali terulang ketika menghadapi Afrika Selatan.
“Dalam bertahan, kami kesulitan memenangi bola kedua dan duel individu. Kami kalah dalam sebagian besar duel satu lawan satu. Kesalahan-kesalahan itu terus menumpuk hingga akhirnya kami kebobolan dan kalah,” katanya.
Korea Selatan sebenarnya membuka turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Ceko. Namun, dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat posisi mereka melorot ke peringkat ketiga klasemen Grup A.
Saat menghadapi Afrika Selatan, hasil imbang sebenarnya sudah cukup membawa Korea Selatan lolos setelah Ceko kalah dari Meksiko. Meski demikian, Lee menegaskan timnya tidak pernah bermain untuk mencari satu poin.
“Kami tidak memikirkan hasil imbang. Kami datang dengan target meraih kemenangan. Lawan juga melakukan persiapan dengan sangat baik dan pertandingan tidak berjalan seperti yang kami harapkan,” ujarnya.
Masih Menunggu Peluang Lolos
Meski turun ke posisi ketiga dengan tiga poin dan selisih gol minus satu, Korea Selatan belum sepenuhnya tersingkir.
Mereka masih berpeluang melaju sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak tampil di Babak 32 Besar.
Karena itu, Lee mengatakan seluruh pemain kini hanya bisa menunggu hasil pertandingan dari grup lain.
“Kami harus menunggu hasil pertandingan-pertandingan yang tersisa untuk mengetahui situasi kami. Saat ini yang bisa kami lakukan hanyalah menunggu dan melihat apa yang akan terjadi,” kata Lee.
Kekecewaan juga dirasakan gelandang Korea Selatan, Jens Castrop. Ia menyebut timnya menyia-nyiakan kesempatan untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
“Apa yang terjadi sangat disayangkan. Kami memulai turnamen dengan baik, kemudian kebobolan gol yang tidak beruntung saat melawan Meksiko. Kami meraih satu kemenangan, tetapi akhirnya menelan dua kekalahan,” ujarnya.
Castrop menilai Korea Selatan tidak layak kalah dari Afrika Selatan. Menurutnya, tim telah bekerja keras sepanjang pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan peluang yang tersedia.
“Saya rasa kami tidak pantas kalah hari ini. Kami kebobolan karena kurang beruntung, atau mungkin itu kesalahan saya karena saya tidak menutup kaki pada saat yang tepat. Kami sudah memberikan segalanya, tetapi tidak menciptakan cukup banyak peluang. Kami seharusnya tampil lebih klinis,” tuturnya. (*/red)






