Musrenbang Ekor Lubuk Bahas 15 Usulan Prioritas, Fokus RTLH, Drainase, dan Pencegahan Stunting

Penulis -

Senin, 2 Februari 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) menggelar Musrenbang Senin (2/2/2026). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) menggelar Musrenbang Senin (2/2/2026). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, Javanusa—Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Senin (2/2/2026).

Forum ini menjadi pintu awal penyusunan program pembangunan tahun anggaran berikutnya berbasis kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 15 usulan prioritas dirumuskan melalui pembahasan lintas unsur, mulai dari perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani.

Usulan tersebut mencakup sektor infrastruktur, lingkungan, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga keagamaan dan budaya. Fokus utama diarahkan pada kebutuhan dasar dan pengurangan risiko bencana.

Infrastruktur dan Lingkungan

Kelurahan mengusulkan rehabilitasi 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, warga mendorong perbaikan saluran irigasi dan drainase untuk mengurangi potensi genangan.

Program lain meliputi normalisasi sungai untuk mitigasi bencana, penambahan lampu penerangan jalan, lanjutan perbaikan kantor lurah, serta pengadaan plang identitas kelurahan.

Pendidikan dan Sarana Sekolah

Di sektor pendidikan, usulan utama adalah lanjutan rehabilitasi SDN 09 Padang Panjang Timur. Pekerjaan mencakup pembangunan pagar dan gerbang sekolah.

Langkah ini untuk meningkatkan keamanan dan kelayakan sarana belajar siswa. Perbaikan fasilitas dinilai penting untuk menunjang mutu pendidikan dasar di wilayah tersebut.

Kesehatan, Sosial, dan Pencegahan Stunting

Pada bidang kesehatan, usulan menitikberatkan pada penyuluhan dan pendampingan pencegahan stunting. Program itu dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan bagi kelompok rentan.

Kelurahan juga mengusulkan peningkatan kompetensi kader dan pengurus posyandu. Selain itu, dukungan keberlanjutan Sekolah Lansia ikut masuk daftar prioritas sosial.

Keagamaan dan Budaya

Untuk penguatan nilai keagamaan dan budaya lokal, kelurahan mengajukan pertunjukan seni budaya tingkat kelurahan. Program ini diharapkan menjaga identitas sosial masyarakat.

Usulan lain mencakup pelatihan imam dan muazin, serta peningkatan kapasitas qori dan qoriah. Kegiatan ini diproyeksikan mendukung persiapan MTQ tingkat kecamatan dan kota.

Baca Juga :  Banjir Bandang Picu Kenaikan Harga Komoditas Pangan
Anggaran Daerah Turun, Prioritas Harus Tajam

Kepala Bappeda, Putra Dewangga menegaskan tantangan pembangunan tahun depan semakin ketat akibat efisiensi anggaran.

Menurut dia, APBD Padang Panjang sekitar Rp500 miliar mengalami koreksi sekitar 20 persen. Karena itu, pemerintah harus lebih selektif menetapkan program prioritas.

“Musrenbang ini jangan sampai ada masyarakat yang tidak terwakili. Di Ekor Lubuk yang didominasi kelompok tani, aspirasi mereka harus terakomodasi,” ujarnya.

Tidak Semua Usulan Bisa Terealisasi

Camat Padang Panjang Timur, Wira Jaya Septikha, menyebut musrenbang sebagai forum strategis penyaluran aspirasi warga. Ia meminta peserta menyusun usulan secara transparan dan terukur.

Menurut dia, keterbatasan anggaran membuat tidak semua program bisa dijalankan sekaligus. Karena itu, penetapan skala prioritas menjadi kunci.

“Tidak semua usulan dapat terealisasi karena keterbatasan anggaran. Namun seluruh masukan masyarakat tetap menjadi bahan perencanaan,” katanya.

Ia menambahkan, hasil musrenbang diharapkan selaras dengan visi Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah yang maju, sejahtera, dan bermarwah.

Fokus pada Manfaat Langsung untuk Warga

Lurah Ekor Lubuk, Akbar Syah, mengatakan 15 usulan prioritas dirangkum dari berbagai aspirasi warga. Penyusunan dilakukan melalui diskusi berjenjang di tingkat lingkungan.

Ia menilai program nonfisik dan pemberdayaan masyarakat tetap penting meski anggaran terbatas. Prioritas diarahkan ke kegiatan yang memberi dampak langsung.

“Kegiatan fisik mungkin tidak terlalu banyak, namun kami fokus pada program yang memberi manfaat nyata, terutama pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. (*/red)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru