Padang, Javanusa—Kota Padang mencatat deflasi pada Januari 2026. Menurut Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, penurunan harga terjadi di beberapa sektor penting.
Analis Senior BI Sumbar, Rifat Pasha, mengatakan deflasi di Padang dipicu oleh turunnya harga cabai dan bawang merah. “Deflasi ini patut kita syukuri,” ungkapnya saat High Level Meeting TPID Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (10/2/2026).
Selain itu, perbaikan akses transportasi di Kota Padang menurunkan biaya angkutan antar-kota. “Lancarnya transportasi berdampak langsung pada penurunan tarif kendaraan,” jelas Rifat.
Rifat menambahkan, kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang juga berkontribusi signifikan terhadap deflasi. Salah satunya adalah diskon 50 persen tarif dasar air dari Perumda Air Minum. “Kebijakan ini memberi andil cukup besar terhadap inflasi,” katanya.
Melihat kondisi ini, Rifat berharap Pemko Padang menjaga konsistensi kebijakan. Ia menekankan pentingnya mempertahankan momentum deflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. (*/red)






