HPSN 2026 di Payakumbuh, Wako Zulmaeta: Pengurangan Sampah Harus Dimulai dari Rumah

Penulis -

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat gotong royong di kawasan Batang Agam, Payakumbuh, Jumat (13/2/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat gotong royong di kawasan Batang Agam, Payakumbuh, Jumat (13/2/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Payakumbuh, Javanusa—Pemko Payakumbuh menggelar gotong royong (korvei) Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) di sepanjang aliran sungai, kawasan Batang Agam, Payakumbuh, Jumat (13/02/2026).

Aksi ini sebagai rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

“Presiden menegaskan perlunya Gerakan Nasional Indonesia ASRI yang salah satunya diwujudkan melalui Indonesia Resik, yakni bersih dari sampah,” kata Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta di landmark BWS Sumatera Lima, kawasan Batang Agam.

Wako Zulmaeta menjelaskan pesan itu ia terima saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pusat dan Daerah di Sentul pada 2 Februari 2026.

Ia menilai, krisis sampah tidak bisa lagi ditangani hanya di hilir, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di hulu.

Menurutnya, pemerintah daerah terus bekerja menertibkan pengelolaan sampah. Namun upaya itu tidak akan maksimal tanpa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Ia menegaskan beban tempat pengolahan dan pemrosesan sampah, termasuk TPST dan TPA semakin berat, sehingga pengurangan sampah dari rumah tangga menjadi kunci.

“Aksi gotong royong bukan hanya tentang memungut sampah sehari-hari. Tetapi momentum membangun kesadaran kolektif dan kapasitas masyarakat untuk mengubah kebiasaan,” ujarnya.

Wako Zulmaeta mendorong masyarakat memulai langkah kecil seperti memilah sampah dari rumah.

Ia menyebut disiplin mengelola sampah sejak sumbernya akan meringankan beban TPST/TPA, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia juga menekankan aksi bersih-bersih tidak cukup dilakukan sesaat. Pemerintah membutuhkan konsistensi agar kebiasaan baik itu berjalan setiap hari.

“Aksi gotong royong dan bersih-bersih hanyalah langkah awal, yang terpenting adalah konsistensi menjalankan kebiasaan baik setiap hari,” katanya.

Dalam kegiatan itu, aparat, komunitas, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat ikut bergotong royong membersihkan Sungai Batang Agam yang kini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Payakumbuh.

Baca Juga :  Jalan Suliki Jadi Lokasi Baru 37 PKL yang Direlokasi dari Jalan Perintis Kemerdekaan

Zulmaeta menilai partisipasi lintas sektor tersebut menunjukkan penanganan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan kolektif bersama.

Ia berharap kegiatan gotong royong itu dapat menginisiasi gerakan peduli sampah di lingkungan kerja masing-masing, minimal satu kali dalam sepekan.

Zulmaeta juga mendorong perangkat daerah meningkatkan pelaksanaan korvei setiap hari kerja melalui kegiatan membersihkan sampah secara rutin selama satu jam sebelum aktivitas kantor dimulai.

Ia menambahkan HPSN 2026 mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)” yang menekankan pentingnya kerja bersama dalam membangun budaya bersih.

“Harapan kami, gerakan bersih-bersih ini tidak berhenti disini, tetapi menjadi kebiasaan untuk mewariskan lingkungan sehat dan lestari bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Delni Putra mengatakan kegiatan gotong royong/kerja bakti (korvei) bertujuan menginisiasi Gerakan Nasional ASRI di Payakumbuh.

“Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dan limbah padat, serta mendorong perubahan perilaku,” katanya.

Delni menyebut kegiatan itu juga diharapkan dapat menginspirasi aksi kerja bakti serentak di seluruh wilayah, mengurangi jumlah sampah, membangun budaya peduli lingkungan di kalangan individu, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah.

“Kegiatan ini melibatkan sekitar 400 peserta, terdiri dari Kapolres dan Dandim beserta anggota, kepala OPD se-Kota Payakumbuh, camat se-Kota Payakumbuh, serta mahasiswa dan siswa sekolah serta perguruan tinggi,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru