Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 101 kelurahan pada 2–3 Maret 2026. Program ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemko Padang bersama Bank Indonesia dan Perum Bulog.
Asisten II Setda Kota Padang, Didi Aryadi, menyebutkan dari total 104 kelurahan di Kota Padang, sebanyak 101 titik melaksanakan GPM secara bersamaan.
“Pelaksanaan serentak ini memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok tersedia dan tidak terjadi kelangkaan. Kami berharap inflasi tetap terkendali, terutama menghadapi hari besar keagamaan dan libur panjang,” ujar Didi.
Komoditas Dijual di Bawah HET
Komoditas yang disediakan dalam GPM meliputi beras, minyak goreng, dan gula pasir. Seluruhnya dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, meninjau salah satu lokasi GPM di halaman Kantor Lurah Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Selasa (3/3/2026). Dalam kunjungannya, ia mendorong optimalisasi distribusi dan pemanfaatan sistem digital untuk mendukung operasional.
Ia juga mengajak masyarakat, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT), memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pemesanan Daring dan Pembayaran QRIS
Di Kelurahan Kubu Marapalam, pelaksanaan GPM disertai inovasi layanan. Camat Padang Timur, Diko Eka Putra, menyampaikan promosi dilakukan melalui media sosial dan masyarakat dapat memesan kebutuhan pokok secara daring.
Distribusi pesanan dilakukan bekerja sama dengan Layanan Pengantaran Sampah (LPS) menggunakan becak motor. Sistem pembayaran memanfaatkan QRIS hasil sinergi dengan Bank Indonesia.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Muhammad Abdul Majid Ikram dan Kepala Wilayah Perum Bulog R. Dharma Wijaya. (*/red)






