Jakarta, Javanusa—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama sejumlah BUMN, perusahaan swasta, dan organisasi serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) menyiapkan program mudik gratis bagi pekerja pada Lebaran 2026.
Program ini menargetkan pemberangkatan 11.121 pekerja beserta keluarganya menggunakan 227 unit bus.
Program bertema “Mudik Aman Family Happy” tersebut merupakan hasil sinergi Kemnaker dengan lima perusahaan swasta, BUMN, dan sembilan organisasi SP/SB.
Kegiatan ini bertujuan membantu pekerja pulang kampung dengan biaya lebih ringan serta meningkatkan keselamatan perjalanan selama musim mudik.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan program mudik bersama dirancang untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus mendorong penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Program ini juga membantu mengurangi beban biaya transportasi pekerja saat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah,” kata Afriansyah Noor saat memimpin rapat koordinasi persiapan mudik pekerja di Kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, penyediaan fasilitas mudik bagi pekerja merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Pasal 100 Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang mewajibkan perusahaan menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Indah Anggoro Putri menjelaskan, sebagian peserta mudik akan diberangkatkan langsung dari kantor Kemnaker.
Sebanyak 10 bus yang membawa sekitar 500 pekerja dan keluarga difasilitasi oleh organisasi SP/SB dengan tujuan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Pemberangkatan dijadwalkan pada 17 Maret 2026 dari halaman kantor Kemnaker.
Selain itu, 28 bus lainnya akan mengangkut sekitar 1.385 pekerja dan keluarga menuju sejumlah daerah tujuan seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Lampung, Palembang, Padang, dan Jambi. Pemberangkatan dilakukan di luar kantor Kemnaker pada 15–18 Maret 2026.
Menurut Indah, total 38 bus yang berasal dari tujuh perusahaan digunakan untuk pemberangkatan yang difasilitasi bersama Kemnaker dan organisasi pekerja.
Di luar skema tersebut, terdapat lima perusahaan yang juga menyelenggarakan program mudik bagi pekerjanya secara mandiri.
Program ini mencakup 189 bus yang akan memberangkatkan sekitar 9.236 pekerja ke berbagai daerah tujuan, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Lampung, Palembang, dan Padang.
Pelepasan peserta mudik dari program perusahaan tersebut direncanakan dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan. (*/red)






