Kementan Perkuat ISPO Wajib, Industri Sawit Diarahkan ke Hilirisasi Berkelanjutan

Penulis -

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memperkuat tata kelola industri kelapa sawit nasional melalui penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). (Foto: Kementan)

Pemerintah memperkuat tata kelola industri kelapa sawit nasional melalui penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memperkuat tata kelola industri kelapa sawit nasional melalui penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang kini bersifat wajib. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat daya saing sawit Indonesia di pasar global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan penguatan standar keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pengelolaan industri sawit nasional.

Selain memperbaiki tata kelola, pemerintah juga mendorong pengembangan industri turunan agar nilai tambah komoditas sawit dapat meningkat.

“Indonesia tidak boleh mundur. Sawit adalah kekuatan ekonomi bangsa. Karena itu tata kelolanya harus kuat dan berkelanjutan, serta didorong ke arah hilirisasi,” kata Amran dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, transformasi subsektor perkebunan sawit diarahkan pada pengembangan produk hilir bernilai tambah tinggi.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri hilir sawit global.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyebutkan industri sawit Indonesia memiliki keunggulan dibanding minyak nabati lain, terutama dari sisi produktivitas dan efisiensi penggunaan lahan.

Data Kementerian Pertanian mencatat luas perkebunan kelapa sawit nasional mencapai 16,83 juta hektare. Produksi crude palm oil (CPO) pada 2025 diproyeksikan mencapai 48,12 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia.

Selain berkontribusi pada devisa negara, sektor sawit juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Lebih dari 16 juta orang tercatat bergantung pada industri ini, termasuk sekitar 5,2 juta pekebun rakyat yang terlibat dalam rantai produksi.

Pemerintah juga menjalankan sejumlah program pendampingan bagi pekebun, antara lain peremajaan sawit rakyat, dukungan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan riset dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Beri Hormat kepada Mentan Amran dan Petani: Swasembada Pangan Tercepat dalam Sejarah Indonesia

“Sawit menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu produktivitas dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” kata Roni.

Penguatan standar ISPO serta pengembangan industri hilir menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan sektor sawit di tengah dinamika perdagangan global. (*/red)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:57 WIB

Berbagi Pengalaman di Unand, Fadly Amran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Sesama

Senin, 14 September 2026 - 20:33 WIB

Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Buka PKKMB PNP 2026, Fadly Amran Dorong Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kejar Prestasi

Senin, 2 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Sejak Dini, FK Unbrah Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Infeksi Menular Seksual

Jumat, 15 November 2024 - 07:02 WIB

Dosen PA Unbrah dan RSUD dr. Rasidin Padang Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis

Senin, 4 November 2024 - 15:15 WIB

FK Unbrah Edukasi Masyarakat Padang Pariaman tentang Diabetes Melitus

Berita Terbaru