Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Presiden Prabowo Turunkan Harga 20% untuk Lindungi Petani Indonesia

Penulis -

Senin, 4 Mei 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk menjaga produksi pangan nasional. (Foto: Kementan)

Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk menjaga produksi pangan nasional. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Harga pupuk dunia melonjak lebih dari 40 persen akibat gangguan pasokan global. Presiden Prabowo Subianto justru menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk menjaga produksi pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan ini menunjukkan kemampuan Presiden membaca potensi krisis pupuk global sejak awal.

“Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca bahwa dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tapi menjemputnya dengan kebijakan,” ujar Mentan Amran, Minggu (3/5/2026).

Krisis Global Picu Lonjakan Harga

Kebijakan ini muncul pada momen krusial saat pasokan pupuk global terganggu. Sejak Februari 2026, konflik di Timur Tengah menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan pupuk dunia.

Di saat bersamaan, China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama. Dampaknya, harga urea dunia melonjak lebih dari 40 persen dalam hitungan minggu.

Negara-negara Asia Tenggara yang bergantung pada impor pupuk mulai menghadapi ancaman penurunan produksi pangan.

Subsidi Turun, Distribusi Dipercepat

Pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen untuk seluruh jenis pupuk, seperti urea, NPK, dan ZA.

Selain itu, pemerintah menyiapkan langkah struktural yang menyasar biaya, distribusi, dan ketersediaan pupuk nasional.

Pemerintah memangkas 145 regulasi pupuk melalui Instruksi Presiden untuk mempercepat distribusi dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia hingga ke petani.

Akses pupuk kini menggunakan integrasi berbasis KTP dan diperkuat dengan perluasan jaringan kios hingga tingkat desa. Pemerintah menargetkan seluruh kecamatan sentra pangan terjangkau sebelum musim tanam gadu 2026.

Stok Dijaga, Biaya Petani Turun

Pemerintah menjaga ketahanan stok melalui diversifikasi pasokan sejak 2025. Ketergantungan pada satu jalur impor berhasil dikurangi.

Baca Juga :  Asbanda dan Bank Papua Gelar Pengundian Tabungan Simpeda 2025, Ini Pemenangnya! 

Langkah ini menekan dampak penutupan Selat Hormuz dan pembatasan ekspor dari China. Pasokan pupuk untuk musim tanam 2026 tetap aman.

Kebijakan ini diperkirakan menurunkan biaya produksi petani hingga ratusan ribu rupiah per hektare setiap musim tanam.

Lebih dari 16 juta petani kini memperoleh akses pupuk yang lebih luas. Distribusi yang merata juga menekan potensi kelangkaan di berbagai daerah.

Jaminan Harga Gabah untuk Petani

Pemerintah tidak hanya menekan biaya produksi di sektor hulu. Pemerintah juga menjaga pendapatan petani di sektor hilir.

Melalui kebijakan terbaru, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini memastikan petani tetap memperoleh keuntungan meski menghadapi tekanan harga global.

Pendekatan hulu-hilir ini memperkuat sistem pertanian nasional dan membedakan kebijakan pemerintah dari respons jangka pendek.

Negara Tetangga Mulai Tertekan

Sejumlah negara di kawasan mulai terdampak krisis pupuk global. Petani di Thailand menunda tanam akibat kenaikan biaya produksi. Vietnam menghadapi tekanan ekspor beras karena terganggunya pasokan pupuk dari China dan kawasan Teluk. Filipina juga menghadapi risiko karena bergantung pada impor pupuk tanpa penyangga domestik yang kuat.

Cadangan Beras Indonesia Rekor Tertinggi

Indonesia berada pada posisi lebih kuat karena dukungan kebijakan yang konsisten dan diversifikasi pasokan. Mentan Amran menyebut cadangan beras pemerintah telah melampaui 5 juta ton. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Cadangan tersebut menjadi bantalan kuat dalam menghadapi tekanan global, termasuk gangguan iklim dan rantai pasok. Capaian ini didukung program pompanisasi, perluasan areal tanam, serta penguatan penyerapan gabah oleh Bulog.

Dengan kondisi ini, Indonesia mampu menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat posisinya dibanding negara lain di kawasan.

Baca Juga :  Peluncuran B50 Disambut Positif, Pengguna Kendaraan Berharap BBM Lebih Murah dan Pasokan Stabil

“Inilah buah nyata dari ketepatan visi dan keberanian Presiden Prabowo dalam mengambil keputusan tepat untuk kepentingan petani nasional,” tegas Mentan Amran.

Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui kebijakan yang terukur dan respons cepat, petani Indonesia tetap dapat berproduksi secara optimal. Langkah ini sekaligus memperkuat peran petani sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB