Jeddah, Javanusa—Sebanyak 24.022 jemaah umrah asal Indonesia telah kembali ke Tanah Air hingga 12 Maret 2026. Kepulangan mereka dipantau melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.
Pemantauan dilakukan oleh Staf Teknis Urusan Haji yang bertugas di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah. Petugas melakukan pengawasan terhadap proses kepulangan jemaah serta berkoordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
Dalam laporan pengawasan lapangan, selama tiga hari terakhir, 10–12 Maret 2026, tercatat 3.441 jemaah dipantau dalam proses kepulangan melalui dua bandara tersebut.
Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan petugas terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses kepulangan berjalan lancar.
“Petugas melakukan pengawasan lapangan dan berkoordinasi dengan maskapai serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk menangani kendala yang dialami jemaah,” kata Ilham di Jeddah, Kamis (12/3/2026).
Dalam proses pemantauan tersebut, petugas menemukan sejumlah kendala perjalanan, di antaranya penyesuaian jadwal kepulangan akibat pembatalan penerbangan oleh maskapai.
Meski demikian, jemaah yang terdampak tetap dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia setelah dilakukan koordinasi dengan maskapai dan biro perjalanan.
KUH Jeddah menyatakan pemantauan terhadap proses kepulangan jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi masih terus dilakukan hingga seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air. (*/red)






