Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang memperluas program Smart Surau dengan menyediakan ribuan tablet dan anggaran kreatif Rp800 juta untuk remaja masjid.
Program ini bertujuan memodernisasi pemantauan ibadah dan mendorong kegiatan kreatif di lingkungan rumah ibadah.
Pemko Padang akan memasang tablet di masjid dan musala seluruh kota sebagai pengganti sistem kartu fisik dan barcode sebelumnya. Teknologi facial recognition akan digunakan untuk mencatat kehadiran siswa secara otomatis.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan inovasi ini memudahkan pemantauan aktivitas rohani anak-anak dan dapat diakses secara real-time oleh orang tua maupun guru.
Selain infrastruktur digital, Pemko Padang mengalokasikan Rp800 juta tahun pertama untuk mengaktifkan peran remaja masjid. Dana ini diberikan melalui kompetisi proposal, bukan hibah biasa.
Remaja masjid akan menyusun program kreatif, termasuk:
-
- Pelatihan digitalisasi dan teknologi informasi
- Kegiatan mabit dengan kurikulum modern
- Program sosial kemasyarakatan berbasis masjid
Menurut Wali Kota Fadly Amran, program yang paling kreatif dan serius akan dipilih oleh bagian Kesra untuk mendapatkan dukungan dana.
Langkah ini diharapkan menjadikan masjid sebagai “ruang ketiga” masyarakat, tempat spiritualitas bertemu teknologi dan kreativitas sosial. Saat ini, sekitar 30.000–60.000 siswa di Padang aktif mengikuti program Subuh Mubarokah setiap hari.
Dengan dukungan teknologi dan anggaran kreatif, Pemko Padang menargetkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai inkubator generasi muda yang cerdas secara intelektual dan kuat secara karakter. (*/red)






