Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang Panjang membahas empat strategi utama pemulihan ekonomi dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (17/3/2026).
Rapat dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan dihadiri Wali Kota Hendri Arnis serta jajaran pemerintah provinsi dan kota.
Dalam pemaparannya, Mahyeldi menyebutkan empat fokus strategi pemulihan ekonomi tahun 2026, yaitu hilirisasi agroindustri dan magnet devisa, transformasi pariwisata dan ekonomi hijau, akselerasi digitalisasi UMKM, serta mitigasi bencana sebagai bagian dari investasi pembangunan.
Ia menilai strategi tersebut sejalan dengan potensi yang dimiliki Padang Panjang, khususnya sektor UMKM yang jumlahnya mencapai lebih dari 11 ribu pelaku usaha. Digitalisasi dinilai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga membutuhkan pembinaan dari pemerintah daerah.
Selain itu, Pemko Padang Panjang didorong untuk meningkatkan penyelenggaraan event di sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM guna menarik kunjungan masyarakat.
Wali Kota Hendri Arnis menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan tersebut, termasuk pemanfaatan lahan kosong untuk pengembangan pertanian sosial.
Ia juga menyampaikan kebutuhan dukungan dari pemerintah provinsi terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Padang Panjang Barat, khususnya dalam proses pembebasan lahan. Sebelumnya, Pemko telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
Rapat koordinasi ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kota dalam penyelarasan program pembangunan serta percepatan pemulihan ekonomi daerah. (*/red)






