Pessel, Javanusa—Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Risnaldi Ibrahim meluruskan informasi yang beredar di media massa dan media sosial terkait isu puluhan siswa di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, yang disebut harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi Sungai Batang Lumpo untuk bersekolah.
Risnaldi menyampaikan narasi tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menilai pemberitaan yang berkembang cenderung menyudutkan dan tidak menggambarkan situasi secara utuh.
Ia menjelaskan sarana lori yang digunakan untuk penyeberangan merupakan fasilitas sementara yang disediakan oleh kontraktor selama proses pembangunan jembatan berlangsung.
Menurutnya, penggunaan lori tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya dalam kondisi tertentu, terutama saat debit air sungai meningkat dan situasi tidak memungkinkan untuk penyeberangan biasa.
“Lori itu tidak digunakan setiap hari. Fasilitas tersebut hanya bersifat sementara selama pembangunan berlangsung dan dipastikan aman,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, ketika kondisi air sungai normal, masyarakat termasuk para pelajar tetap dapat menyeberang seperti biasa tanpa harus menggunakan lori.
Selain memberikan klarifikasi, Risnaldi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial.
Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi atau pengecekan fakta sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.
“Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi. Setiap informasi sebaiknya di-crosscheck terlebih dahulu agar tidak terjebak dalam isu hoaks,” tegasnya.
Risnaldi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bersikap tenang, berpikir positif, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan.
Di sisi lain, ia menegaskan jembatan di lokasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan. Jembatan lama sebelumnya diketahui ambruk pada tahun 2024 akibat bencana banjir.
Pemerintah kemudian membangun kembali jembatan tersebut dengan spesifikasi yang lebih tinggi dan lebih kuat sebagai upaya meningkatkan keamanan serta mitigasi bencana di masa mendatang.
Sebelumnya, pada Februari 2026, Wakil Bupati Risnaldi bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade dan jajaran terkait telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan jembatan dapat diselesaikan dan mulai difungsikan pada Agustus 2026.
Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang sekitar 80 meter dengan peningkatan tinggi sekitar 1,5 meter dari desain sebelumnya.
Peningkatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir atau galodo agar jembatan tetap aman saat terjadi bencana. Pembangunan jembatan ini menelan anggaran sebesar Rp4,6 miliar yang bersumber dari pemerintah.
Risnaldi menegaskan pembangunan jembatan tidak hanya bertujuan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko bencana.
Ia berharap, dengan desain yang lebih tinggi, jembatan dapat bertahan jika terjadi banjir di kemudian hari.
“Dengan ketinggian yang ditambah, diharapkan jembatan lebih aman. Namun, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas ini setelah selesai dibangun,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera rampung sesuai target.
Dengan selesainya pembangunan, akses masyarakat, khususnya para pelajar, diharapkan kembali normal serta lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari. (niks)






